Sudah Empat Kali dalam Tahun Ini
SAMPIT, inikalteng.com – Bencana banjir yang terjadi di wilayah utara Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan melanda sejumlah kecamatan di antaranya Kecamatan Antang Kalang, Kecamatan Mentaya Hulu, Kecamatan Bukit Sentuai dan sekitarnya, menimbulkan keprihatinan mendalam. Karena hingga kini banjir tersebut belum juga surut, namun bahkan cenderung meningkat.
“Kita mendapat kabar bahwa debit air sudah naik di sejumlah desa di kecamatan wilayah utara Kabupaten Kotim. Belum diketahui berapa jumlah rumah yang sudah terendam,” ujar Sekretaris Komisi II DPRD Kotim Juliansyah di Sampit, Selasa (5/10/2021).

Dikatakan, banjir yang tersebut mamang bukan kehendak manusia, dan memang dalam tahun 2021 ini sudah empat kali terjadi banjir di Kotim. Sementara banjir yang terjadi belum lama ini, adalah yang terbesar sepanjang sejarah Kotim. Kini, pada sejumlah kecamatan yang baru-baru ini sempat surut, kembali terancam banjir. Sebab, ada sejumlah desa atau kecamatan yang debit airnya naik dan cuaca juga selalu mendung. Karena itu, semua pihak diminta untuk meningkatkan koordinasi dan komunikasi.
“Saya harap semua pihak bisa meningkatkan koordinasi mulai dari pemerintah kabupaten, pemerintah kecamatan dan desa. Bahkan juga pihak PLN supaya menjaga jaringan listriknya, jangan sampai terjadi konsleting karena bisa membahayakan warga,” katanya.
Sementara di tempat terpisah, Kepala Desa Tumbang Sepayang, Kecamatan Antang Kalang Alfon J Pandung mengatakan, Desa Sepayang saat ini kembali banjir pasca hujan lebat kemarin. Hingga saat ini cuaca masih terlihat mendung, dan tidak menutup kemungkinan debit air terus naik.
“Desa kami banjir lagi. Saat ini saya masih mendata rumah warga yang terendam, dan tampaknnya bisa lebih besar dari banjir yang kemaren. Ini sudah empat kali terjadi banjir dalam tahun 2021 ini,” tukasnya. (ya)










