Bahlil Imbau Kelompok Mampu Tidak Gunakan BBM Subsidi Di Tengah Kenaikan Harga

Ekonomi, Nasional395 Dilihat

Jakarta, Inikalteng.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengingatkan masyarakat yang tergolong mampu agar tidak menggunakan jatah Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi kelompok yang berhak. Imbauan ini disampaikan sebagai respons atas potensi peralihan konsumsi dari BBM non-subsidi ke BBM subsidi di tengah kenaikan harga BBM non-subsidi.

Menurut Bahlil, BBM subsidi memang dialokasikan khusus untuk masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, ia berharap kelompok masyarakat mampu tidak mengambil hak tersebut.

“Saya hanya ingin menyampaikan, BBM subsidi itu diperuntukkan bagi saudara-saudara kita yang berhak. Jangan seperti saya, Dirjen, atau Wamen, karena harga BBM RON 98 naik lalu beralih ke subsidi. Itu sama saja mengambil hak orang lain yang berhak. Apa tidak malu?” ujar Bahlil di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (20/4/2026).

Terkait pengawasan, Bahlil menegaskan pemerintah akan memperketat kontrol di lapangan untuk mencegah penyalahgunaan BBM subsidi. Pemerintah juga telah menyiapkan skema pembatasan pembelian BBM subsidi.

“Saya pernah sampaikan di Seoul, Korea, bahwa pembelian BBM akan dibatasi 50 liter per hari. Dengan jumlah itu, tangki kendaraan sudah penuh, bisa untuk angkut sekitar 300 hingga hampir 400 kilogram. Itu pengalaman saya sebagai mantan sopir angkot, kecuali memang ada tujuan lain jika ingin mengisi lebih dari itu,” jelasnya.

Sebelumnya, Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengingatkan adanya potensi pergeseran konsumsi dari BBM non-subsidi ke BBM subsidi.

Hal ini dipicu oleh lonjakan harga BBM non-subsidi yang dijual PT Pertamina (Persero), yang kini mencapai hingga Rp23.900 per liter.

Ia merinci, harga Pertamax Turbo saat ini berada di Rp19.400 per liter, Dexlite Rp23.600 per liter, dan Pertamina Dex Rp23.900 per liter. Sementara itu, Pertalite masih dijual Rp10.000 per liter dan Solar subsidi Rp6.800 per liter.

Menurutnya, perbedaan harga yang sangat signifikan, terutama pada jenis diesel, akan langsung memengaruhi perilaku konsumen. Selisih harga antara Dexlite dan Solar subsidi bahkan telah melebihi Rp16.000 per liter, sehingga BBM non-subsidi menjadi kurang ekonomis.

“Dengan selisih sebesar itu, perpindahan konsumsi hampir pasti akan terjadi,” ujar Yusuf kepada CNBC Indonesia, Senin (20/4/2026).

Yusuf menilai, migrasi konsumsi tersebut sulit dihindari, terutama bagi pelaku usaha seperti sektor logistik, UMKM, hingga armada kecil. Hal ini karena biaya bahan bakar dapat menyumbang sekitar 30–40 persen dari total biaya variabel.

“Dalam banyak kasus, bahan bakar menyumbang 30 sampai 40 persen dari biaya variabel. Jadi ketika harga naik tajam, beralih bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan untuk bertahan,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga sejumlah BBM non-subsidi yang mulai berlaku pada Sabtu, 18 April 2026. Penyesuaian ini terutama terjadi pada produk bensin beroktan tinggi dan jenis diesel.

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun menjelaskan bahwa kenaikan harga BBM non-subsidi dipengaruhi oleh dinamika harga global serta kondisi geopolitik. Hal yang sama juga menjadi faktor dalam penyesuaian harga LPG non-subsidi.

“Penyesuaian harga LPG NPSO ini pada dasarnya sama seperti BBM non-subsidi, dipengaruhi oleh harga pasar dan situasi geopolitik saat ini,” ujar Roberth, Senin (20/4/2026).

Sementara itu, untuk BBM non-subsidi jenis Pertamax, Roberth menyebut pihaknya masih melakukan evaluasi bersama pemerintah terkait penyesuaian harga.

Berdasarkan data dari situs resmi MyPertamina, berikut daftar harga terbaru BBM di wilayah DKI Jakarta beserta perbandingan dengan harga sebelumnya:

  • Pertamax Turbo (RON 98): Rp19.400 per liter (naik dari Rp13.100 per liter)
  • Dexlite: Rp23.600 per liter (naik dari Rp14.200 per liter)
  • Pertamina Dex: Rp23.900 per liter (naik dari Rp14.500 per liter)

Sementara itu, beberapa jenis BBM lainnya tidak mengalami perubahan harga, yaitu:

  • Pertamax (RON 92) tetap Rp12.300 per liter
  • Pertamax Green 95 tetap Rp12.900 per liter
  • Pertalite tetap Rp10.000 per liter
  • Solar subsidi tetap Rp6.800 per liter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *