SAMPIT – DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) selalu terbuka terhadap DPRD dari daerah lainnya yang ingin berkunjung untuk bertukar informasi dan ilmu yang bermanfaat bagi semua pihak.
“Kami selalu siap menerima kunjungan DPRD dari daerah lain dan saling berbagi informasi. Yang penting mengikuti protokol kesehatan, karena saat ini pandemi Covid-19 masih terjadi,” kata Ketua DPRD Kotim Rinie di Sampit, Senin (10/8/2020).
Dua bulan terakhir, DPRD Kotim cukup banyak menerima kunjungan DPRD dari daerah lain. Tidak hanya dari kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah, tetapi juga dari provinsi tetangga Kalimantan Selatan.
Sebelumnya, DPRD yang berkunjung ke DPRD Kotim di antaranya dari Kabupaten Katingan, Seruyan, Kota Palangka Raya dan lainnya. Sedangkan di awal Agustus ini kunjungan juga datang dari beberapa daerah di Kalimantan Selatan, yaitu DPRD Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan DPRD Kota Banjarbaru.
DPRD Hulu Sungai Tengah berkunjung ke DPRD Kotim untuk menggali informasi terkait teknis alat kelengkapan DPRD, sedangkan DPRD Banjarbaru berkunjung untuk meminta informasi terkait sistem pembelajaran di sekolah selama pandemi Covid-19 dan bagaimana pengawasannya.
Rinie mengatakan, pihaknya dengan senang hati berbagi informasi jika memang dianggap bisa membantu. Dalam pelaksanaan tugas, berbagi informasi seperti ini sangat diperlukan, seperti yang juga sering dilakukan DPRD Kotim saat berkunjung ke DPRD daerah lainnya.
Dengan membandingkan dan meminta informasi kepada DPRD daerah lain yang sudah lebih dulu melaksanakan sebuah aturan, diharapkan bisa membantu menjadi acuan dan bahan dalam pembahasan produk hukum serupa untuk diterapkan di daerah sendiri.
Seperti halnya tahun ini ada sekitar 21 rancangan peraturan daerah yang akan dibahas DPRD Kotim, tentu membutuhkan informasi, masukan dan membandingkan dengan daerah lain yang mungkin sudah lebih dulu membuat peraturan daerah serupa. Tujuannya agar produk hukum yang dihasilkan nantinya benar-benar lengkap dan mampu memenuhi harapan semua pihak. Selain itu, produk hukum tersebut nantinya diharapkan benar-benar bisa diterapkan dengan baik. Sehingga bisa memberi manfaat bagi masyarakat dan daerah.
“Selama kami bisa membantu, kami pasti dengan senang hati berbagi informasi. Kita sama-sama saling membantu karena tujuannya untuk daerah dan masyarakat meski berbeda wilayah,” imbuh Rinie.(red)










