NANGA BULIK, inikalteng.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lamandau harus membawa perubahan. Dan harus mampu memainkan perannya secara optimal sebagai penghubung antara ulama dengan pemerintah guna menuju masyarakat berkualitas dan bermoral.
Hal tersebut dikatakan Wakil Bupati Riko Porwanto SSTP saat menghadiri rapat Pergantian Antar Waktu (PAW) MUI setempat di aula Tita Resto, Nanga Bulik, kemarin.
“Ke depan Ketua MUI terpilih melalui PAW ini harus jadi pusat perubahan. Dan bisa membangun zona perbaikan
selama 3 tahun ke depan karena Almarhum KH Gusti Sabran telah berhalangan tetap (meninggal),” ujar Riko.
Wakil Bupati yang juga sebagai wakil ketua dewan pertimbangan MUI
Kabupaten Lamandau menambahkan, pergantian tersebut harus dilaksanakan untuk mengisi kekosongan. Dan hal ini sudah sesuai dengan anggaran dasar rumah tangga MUI.
Terlebih di saat pandemi menyerang Indonesia, dan melumpuhkan banyak sektor. Oleh karena itu jangan sampai MUI hanya berkumpul-berkumpul, mengeluarkan statement. Tapi harus membangun zona-zona di berbagai tempat, ungkap Riko.
Apalagi, sebut mantan camat terbaik ini, bahwa MUI sudah memperoleh kepercayaan yang begitu besar. Bahkan saat ini MUI banyak jadi landasan. Salah satunya ditunjukkan dengan penggunaan standar halal MUI di berbagai negara.
MUI merupakan mitra kerja pemerintah yang harus bisa memberikan kontribusi positif untuk kemajuan daerah sesuai perannya di bidang keagamaan. Bersatunya ulama dan pemerintah akan menghasilkan karya nyata yang berdayaguna bagi umat, harap Riko. (hy)










