oleh

Raperda APBD Kalteng 2021 Ditandatangani

PALANGKA RAYA – Plt Gubernur Kalteng Habib Ismail Bin Yahya dan Ketua DPRD Kalteng Wiyatno, akhirnya menandatangani Berita Acara Persetujuan (BAP) bersama antara Gubernur Kalteng dengan DPRD Kalteng terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang APBD Kalteng Tahun Anggaran 2021.

Penandatanganan tersebut, dilakukan dalam Rapat Paripurna ke-10, Masa Persidangan III, Tahun Sidang 2020, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kalteng, Rabu (27/11/2020) malam.

Habib Ismail Bin Yahya dalam sambutannya, menjelaskan, penandatanganan BAP Bersama telah melalui proses pembahasan yang komprehensif atas dasar adanya kajian, koreksi dan perbaikan dari para anggota dewan. Dimulai dari Rapat konsultasi antara Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dengan Badan Anggaran (Banggar) Dewan, Pendapat Banggar Dewan, Pemandangan Umum Anggota Dewan, Laporan Hasil Rapat Kerja Komisi-Komisi Dewan, dan penyampaian pendapat akhir Fraksi-Fraksi.

Baca Juga :  Tangkal Paham Radikalisme, Polres Kapuas Kunjungi Diskominfo

Selanjutnya, Raperda APBD Kalteng 2021 akan diajukan ke Kementerian Dalam Negeri untuk dilakukan Evaluasi sebagaimana Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019.

”Seperti kita ketahui bersama, bahwa Raperda tentang APBD yang disetujui pada hari ini, merupakan kebijakan anggaran yang di dalamnya memuat pokok-pokok kebijaksanaan anggaran daerah, untuk pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2021,” bebernya.

Seluruh kebijakan anggaran, lanjut Plt Gubernur Kalteng, tertuang dalam program kegiatan Pemprov Kalteng dan di susun menggunakan aplikasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) yang baru, dan merupakan kebijakan dari Pemerintah Pusat dalam visi untuk menyatukan data pembangunan daerah seluruh Indonesia.

Baca Juga :  Sugianto Panala Putra Bertekad Terus Perangi Narkoba

”Kami memahami bahwa apa yang tertuang dalam Raperda APBD Tahun Anggaran 2021, masih terdapat banyak kekurangan dalam hal penyajian data secara lengkap karena keterbatasan pada aplikasi SIPD yang masih dalam tahap pengembangan. Selain itu beberapa kendala teknis lainnya, sehingga Raperda APBD yang sudah disepakati dan hasil pembahasan bersama antara eksekutif dan legislatif tidak dapat disampaikan tepat waktu,” katanya.

Meskipun mengalami berbagai kendala dan dengan sisa waktu yang tersedia, proses pembahasan Rancangan APBD Tahun Anggaran 2021 sampai dengan tahap akhir dapat berjalan dengan lancar.

“Saya ingatkan dan harapkan perhatian yang sungguh-sungguh kepada semua Kepala Perangkat Daerah, untuk meningkatkan intensitasnya. Intensitas yang saya maksud, yakni dengan melakukan upaya penajaman prioritas sehingga dana yang terbatas dapat dimanfaatkan secara efektif dan efisien untuk memeroleh hasil yang optimal,“ pungkas Plt Gubernur Kalteng.

Baca Juga :  16 Tim Berebut Tiket 8 Besar Gubernur Cup III

Secara ringkas, APBD Kalteng 2021 yakni Pendapatan Daerah Rp4,75 triliun, Belanja Daerah Rp4,88 triliun yang terdiri dari Belanja Operasi Rp3,08 triliun, Belanja Modal Rp808 miliar, Belanja Tidak Terduga Rp100 miliar, dan Belanja Transfer Rp900 miliar. Dengan demikian, terjadi surplus/defisit Rp136,9 miliar, Penerimaan Pembiayaan Rp267,5 miliar, Pengeluaran Pembiayaan Rp130,6 miliar, serta Pembiayaan Netto Rp136,9 miliar. (red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA