SAMPIT, inikalteng.com – Kalangan DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengakui rekomendasi dari tuntutan mahasiswa dan pemuda kepada DPRD Kotim ditujukan untuk Pemkab Kotim. Salah satunya adalah mengenai perlunya dilakukan inspeksi mendadak (sidak) pasar bersama pihak terkait. Terutama menyangkut fenomenal harga minyak goreng yang terus melambung tinggi.
“Rekomendasi itu jelas kepada eksekutif, dan harusnya hari Senin kemarin, 18 April, sudah ditindaklanjuti dengan turun ke lapangan bersama dengan perwakilan pemuda dan mahasiswa tersebut,” kata Wakil Ketua I DPRD Kotim Rudianur di Sampit, Selasa (19/4/2022).
Rudianur juga menyebutkan, para mahasiswa yang sebelumnya melakukan unjukrasa di depan gedung DPRD tersebut, sempat mempertanyakan di mana serta kapan operasi pasar dilakukan.
“Sebenarnya itu sudah tanggung jawab eksekutif, karena kami sudah mengeluarkan rekomendasi dan telah disetujui akan melakukan operasi pasar pada tanggal 18 April 2022. Namun faktanya di lapangan tidak ada dilakukan,” ungkap Rudianur.
Disebutkan, rekomendasi itu sebelumnya dihasilkan buah dari kesepakatan antara eksekutif dan legislatif di ruang rapat utama DPRD Kotim. Jika memang pihak eksekutif menolak, seharusnya pada saat itu disampaikan, sehingga DPRD tidak dipersalahkan lagi.
“Jangan-jangan ini ada benarnya rekomendasi DPRD itu tidak berguna. Eksekutif sengaja tidak mau menjalankan rekomendasi DPRD Kotim itu meski merupakan bentuk kesepakatan bersama,” katanya.
Sementara, Sekretaris Daerah Kabupaten Kotim, Fajrurrahman, ketika dikonfirmasi wartawan, mengaku belum menerima hasil rekomendasi dari DPRD Kotim terkait demo mahasiswa waktu itu. Namun dirinya berjanji dalam waktu dekat akan melakukan operasi pasar melalui dinas teknisnya.
“Saya belum menerima rekom itu, bisa saja ke Bupati. Tapi saya berjanji akan memerintahkan dinas terkait untuk melakukan operasi pasar sesuai tupoksinya,” katanya. (ya/red1)










