SAMPIT, inikalteng.com – Selama ini, untuk pemenuhan sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih mengandalkan pasokan dari luar daerah, seperti daging, telur, sayuran, beras premium, bahkan bahan bangunan dan lainnya. Sehingga, apabila pasokan terlambat didistribusikan ke pembeli, bisa mengakibatkan terjadinya lonjakan kenaikan harga.
Sehubungan itu, Ketua Komisi IV DPRD Kotim, M Kurniawan Anwar, mendorong agar Pemkab Kotim mendukung kelancaran angkutan logistik pemasok kebutuhan pokok di daerah ini, guna menjaga stabilitas harga.
“Angkutan logistik ini perlu mendapatkan dukungan, seperti dalam hal kelancaran arus barang, serta kemudahan mendapatkan bahan bakar minyak. Jika ada gangguan, maka dikhawatirkan akan berdampak terhadap pasokan hingga memicu kenaikan harga. Pentingnya menjaga stabilitas harga, agar tidak ada lonjakan inflasi dan gap atau perbedaan besar antara harga barang di Pulau Jawa dengan di Kotim,” kata Kurniawan di Sampit, Kamis (2/2/2023).
Dia mengingatkan, distribusi logistik perlu menjadi perhatian serius, karena dampaknya akan dirasakan oleh masyarakat. Jika terjadi kenaikan harga barang imbas naiknya ongkos angkutan logistik, maka masyarakat yang akan merasakan bebannya.
Masih tingginya ketergantungan pasokan dari luar daerah tersebut membuat fluktuasi harga sangat rentan terjadi. Jika permintaan tinggi maupun pasokan terhambat dan membuat stok menipis, maka harga barang biasanya beranjak naik.
“Oleh karena ini, perlu ada kemudahan dalam mengatasi masalah ini. Juga perlu pengawasan ketat terhadap barang yang masuk ke Kotim agar semua sesuai kebutuhan,” ucapnya.
Di sisi lain, Kurniawan juga mengingatkan, guna kelancaran pasokan sejumlah kebutuhan tersebut, agar semua kendaraan angkutan menggunakan plat KH (Kalimantan Tengah). Hal ini perlu mendapat perhatian para pengusaha transportasi untuk segera memutasi kendaraannya menjadi plat KH. “Ini sudah sewajarnya dilakukan demi mendukung kemajuan daerah kini,” katanya. (ya/red1)










