PALANGKA RAYA – Kegiatan Jambore Guru 2020 Tingkat Provinsi Kalteng, merupakan momen penting dalam rangka menumbuhkembangkan dan memperkuat Gugusdepan (Gudep) Pramuka sebagai ujung tombak dalam pembinaan generasi muda. Karena itu, melalui jambore ini diharapkan ada komitmen bersama semua komponen untuk mendukung penyediaan fasilitas dan anggaran bagi pembinaan Pramuka.
“Melalui perkemahan ini saya harapkan ada momentum kesepakatan antara Kepala Sekolah selaku Ketua Majelis Pembimbing (Ketua Mabigus) bersama Kwartir Ranting dan kwartir Cabang,
untuk membumikan Gerakan Pramuka di seluruh Kabupaten dan Kota se Kalimantan Tengah,” jelas Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran saat diwawancarai wartawan usai membuka Jambore Guru 2020 se-Kalteng di Bumi Perkemahan Kambariat Tuah Pahoe, Palangka Raya, Kalteng, Kamis (5/3/2020) sore.

Kemudian, lanjut Gubernur, adanya alokasi anggaran pembinaan dan kegiatan kepramukaan baik di Gudep yang berpangkalan di SMA/SMK maupun di SMP dan SD sesuai kewenangan dan tingkatan masing-masing. Menyepakati penggunakan pakaian seragam Pramuka lengkap setiap tanggal 14 pada hari kerja bagi seluruh Kepala Sekolah dan Guru se Kalteng.
“Hal penting yang patut kita catat dan renungkan adalah kehadiran kita berkumpul di Jambore Guru ini, adalah sebagai aktualisasi dari bentuk tanggung jawab kita untuk membumikan kegiatan kepramukaan dalam rangka menghantarkan generasi penerus bangsa ini ke masa depan yang lebih baik, dan mewujudkan Kalimantan Tengah yang Berkah
di masa mendatang,” kata Sugianto didampingi Ketua Kwarda Kalteng Yulistra Ivo Azhari dan sejumlah pejabat Pemprov Kalteng.
Gubernur juga meminta Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kalteng untuk mendata SMA/SMK/SLB baik negeri maupun swasta yang jadi kewenangan pemerintah provinsi, agar sekolah yang belum terbentuk Gudep, segera difasilitasi untuk dibentuk. Sekolah yang bersangkutan, agar segera berkoordinasi dengan Kwartir Cabang dalam pembentukan Gudep.
Salah satu sasarannya adalah di sekolah tidak ada lagi kekurangan tenaga Pembina Pramuka. Sehingga kegiatan kepramukaan di Gudep akan lebih maju dan menghidupkan proses pembinaan peserta didik. Karena Gudep adalah ujung tombak dalam proses kegiatan kepramukaan untuk pembentukan karakter anak didik.
“Kita berharap kegiatan Jambore Guru ini dapat kembali terselenggara pada tahun berikutnnya. Apabila ada Kabupaten/Kota yang ingin menjadi Tuan Rumah di waktu yang akan datang, dapat menyampaikan kesediaannya. Tentu konsekuensinya adalah menyediakan pembiayaan kegiatan,” kata Gubernur. (red)










