Ben Brahim Apresiasi Program Pendidikan Guru Penggerak

KUALA KAPUAS, inikalteng.com – Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat mengikuti dialog dengan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim dan Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Iwan Syahril, di ruang rapat Dinas Pendidikan Kapuas, Kamis (5/8/2021) siang.

Dalam kegiatan yang dilakukan secara virtual ini, Bupati Kapuas didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kapuas Suwarno Muriyat dan Kabid Pembinaan Ketenagaan M Ali Hanafiah.

Ben Brahim pada kesempatan itu menyatakan dukungan dan apresiasinya atas pelaksanaan program Pendidikan Guru Penggerak.

“Kabupaten Kapuas memiliki 26 peserta dan pendamping program Pendidikan Guru Penggerak. Mereka telah mengikuti program ini sejak sembilan bulan lalu. Dua di antaranya telah menduduki jabatan Kepala Sekolah definitif,” ucap dia.

Secara detail, Bupati Kapuas dua periode ini menguraikan tentang letak geografis, demografis, potensi serta komitmen Pemerintah Kabupaten Kapuas dalam membangun sumber daya manusia handal melalui pembinaan dan pengembangan pendidikan.

“Lima tahun lalu kami lihat banyak siswa di desa hanya sebentar belajar dan langsung pulang. Ternyata setelah diamati, hal itu terjadi karena gurunya kurang. Kami pun mengangkat para pemuda dan pemudi desa setempat, bahkan ada yang telah berijazah sarjana sebagai guru honorer dan digaji oleh Pemkab Kapuas. Kini tidak ada lagi kekurangan guru TK/PAUD, SD, SMP, Madrasah dan Pondok Pesantren,” urainya.

Bupati Kapuas juga mengusulkan kepada Mendikbudristek agar memberi insentif tambahan kepada guru honorer, melakukan rehabilitasi/pembangunan bangunan SD dan SMP, serta meninjau kembali peralihan kewenangan pengelolaan jenjang SLTA dan SLB.

“Usulan ini bertujuan untuk memberikan layanan dan pengawasan secara maksimal kepada guru yang lebih dekat di kabupaten/kota. Kami akan tetap semangat untuk melaksanakan berbagai program dari Mendikbudristek demi mencerdaskan bangsa,” pungkasnya.

Sementara, Kadisdik Kapuas H Suwarno Muriyat menyatakan, jika keikutsertaan Bupati Kapuas bersama 35 Bupati, Kadisdik dan perwakilan peserta PGP se Indonesia dalam dialog tersebut atas undangan dari Mendikbudristek.

Hal ini karena Kapuas dinilai memiliki komitmen yang kuat dalam melaksanakan berbagai program Kemdikbudristek.

Mendikbudristek ditambah Kadisdik, telah menetapkan sebanyak 16 sekolah yang tersebar dalam wilayah Kabupaten Kapuas sebagai pelaksana Program Sekolah Penggerak.

Tujuannya adalah mendorong transformasi satuan pendidikan dalam peningkatan capaian hasil belajar peserta didik secara holistik, baik dari aspek kognitif maupun nonkognitif (karakter) dalam rangka mewujudkan profil Pelajar Pancasila. (sri/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *