Di sela peninjauan, Dodo menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah saat ini adalah memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung, meskipun dalam kondisi darurat.
“Kita ingin memastikan anak-anak tetap bisa belajar. Penanganan cepat menjadi prioritas agar proses pendidikan tidak terganggu,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan melihat langsung tingkat kerusakan bangunan sekolah yang cukup parah, terutama pada bagian atap dan ruang kelas yang habis dilalap api. Pemerintah daerah, kata Dodo, telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan pendataan kerusakan sekaligus menyiapkan langkah penanganan lanjutan.
Ia juga menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa tersebut, sembari memastikan bahwa upaya pemulihan akan segera dilakukan agar aktivitas pendidikan dapat kembali normal.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk percepatan penanganan, termasuk solusi sementara bagi siswa agar tetap bisa mengikuti pembelajaran,” tambahnya.
Sebelumnya, kebakaran terjadi pada Rabu (1/4/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Api dengan cepat membesar dan melalap sebagian besar bangunan sekolah, menyisakan hanya bagian depan.
Peristiwa itu sempat menggegerkan warga setempat. Dengan peralatan seadanya, masyarakat bahu-membahu berupaya memadamkan api sebelum akhirnya berhasil dikendalikan dan tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Dalam peninjauan tersebut, Wabup turut didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kapuas, Suwarno Muriyat, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kapuas, Tonun Irawaty Panjaitan. Pemerintah Kabupaten Kapuas pun menegaskan komitmennya untuk segera melakukan langkah pemulihan demi menjamin keberlangsungan pendidikan bagi para siswa di wilayah tersebut.
Penulis: Sri
Editor: Adi