Pascalebaran, Timbulan Sampah di Kapuas Turun 3,81 Persen

Pemkab Kapuas962 Dilihat

KUALA KAPUAS, inikalteng.com – Volume timbulan sampah di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, menunjukkan tren penurunan usai perayaan Lebaran 2026. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Kapuas, terjadi penurunan sebesar 3,81 persen pada periode pasca Lebaran dibandingkan sebelumnya.

Kepala DLHK Kapuas, Tonun Irawaty Panjaitan, mengungkapkan bahwa rata-rata timbulan sampah pada periode pra Lebaran mencapai 24,83 ton per hari. Sementara itu, setelah Lebaran angka tersebut turun menjadi 23,88 ton per hari.

“Data ini menunjukkan adanya penurunan sebesar 3,81 persen,” ujarnya di Kuala Kapuas, Rabu (25/3/2026).

Menurutnya, kondisi ini cukup berbeda dari pola umum yang biasanya terjadi saat Lebaran, di mana produksi sampah rumah tangga cenderung meningkat akibat konsumsi masyarakat yang lebih tinggi. Sampah yang dihasilkan umumnya berupa sisa makanan, kemasan plastik, serta limbah sekali pakai.

Namun demikian, penurunan yang terjadi kali ini dinilai sebagai sinyal positif adanya perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah. Kesadaran untuk mengurangi produksi sampah mulai terlihat, terutama setelah berbagai upaya edukasi dan sosialisasi digencarkan.

Program pengurangan plastik sekali pakai, kebiasaan memilah sampah dari sumbernya, hingga pemanfaatan kembali barang bekas disebut mulai memberikan dampak nyata. Selain itu, sebagian warga juga mulai menerapkan pola hidup yang lebih ramah lingkungan, seperti membawa wadah sendiri saat berbelanja serta menghindari pemborosan makanan saat perayaan.

Di sisi lain, peningkatan kinerja petugas kebersihan turut berperan dalam menekan volume sampah. Sistem pengangkutan yang lebih optimal dan pengelolaan yang terorganisir menjadi faktor pendukung penting dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Tonun menambahkan, setiap harinya petugas mengangkut sampah dari sejumlah tempat pembuangan sementara (TPS) menuju tempat pembuangan akhir di TPA Hadel Palinget dengan kisaran 17 hingga 20 ton per hari.

Meski penurunannya relatif kecil, capaian ini tetap menjadi indikator positif. Pemerintah daerah berharap tren tersebut dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan, tidak hanya pada momen tertentu seperti Lebaran, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis: Sri
Editor: Adi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *