oleh

PT MGM Gelar Aksi Tanggap Bencana Kabut Asap

Sasar 1.300 Siswa Sekolah

PURUK CAHU – ​Kabut asap yang melanda di beberapa wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) sangat berdampak kepada aktivitas masyarakat sehari-hari. Selain terhambatnya aktivitas sekolah, juga banyak keluhan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) diderita oleh masyarakat.

Menyikapi hal itu, PT Marunda Garahamineral (MGM Coal) salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batubara di Kabupaten Murung Raya mengambil inisiatif melaksanakan berbagai kegiatan peduli terhadap dampak bencana kabut asap.

Kegiatan yang dilaksanakan mulai dari pertengahan September sampai awal Oktober 2019 tersebut, difokuskan di beberapa sekolah di lingkungan tambang PT MGM.

Operation Manager PT MGM, Fernady Yonathan mengatakan, kegiatan tersebut adalah bentuk kepedulian perusahaan terhadap dampak bencana kabut asap di Kalteng. Khususnya di kabupaten Murung Raya dan Barito Selatan (Barsel) yang dialami oleh pelajar, di mana aktivitas sekolah terpaksa diliburkan.

Baca Juga :  Gubernur Pantau Penyaluran BLT di Lamandau via Vidkon

“Ini bentuk kepedulian kami dalam penanggulangan akibat bencana kabut asap yang melanda Kalteng khususnya di Murung Raya dan Barsel. Pemerintah juga sempat meliburkan sekolah untuk sementara. Sudah menjadi kewajiban semua pihak untuk berpartisipasi menanggulangi dampaknya, terutama kepada para pelajar,” ujar Fernandy melalui rilisnya kepada inikalteng.com, Jumat (18/10/2019).

Sekitar 1.300 siswa mulai dari Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di dua wilayah kerja PT MGM yakni Kecamatan Laung Tuhup, Kabupaten Mura, dan di Kecamatan Pematang Karau, Kabupaten Barsel, menjadi target penanggulangan akibat bencana kabut asap.

Baca Juga :  Pemprov Kalteng Apresiasi Rute Baru Wings Air

“Sasaran utama kita memang difokuskan kepada pelajar dengan sosialisasi bahaya karhutla serta pencegahannya. Kemudian, pemeriksaan dan pengobatan gratis terhadap penyakit yang ditimbulkan akibat kabut asap. Kita memberikan vitamin dan masker kepada para pelajar,” jelasnya.

Fernady mengungkapkan, dalam pelaksanaan kegiatan tanggap bencana kabut asap ini, PT MGM melibatkan tim medis dari puskesmas setempat. Peran aktif dari perusahaan ini sangat membantu masyarakat khususnya yang berada di wilayah kerja PT MGM.

Diharapkan, dari kegiatan ini para pelajar mengerti akan bahaya karhutla serta mampu dalam melakukan pencegahannya.

“Para siswa nantinya harus berperan aktif dalam pencegahan karhutla, dengan cara sederhana. Misalnya, tidak membakar sampah sembarangan. Hal tersebut harus ditanamkan sejak dini, agar mereka tahu bahaya dari karhutla,” harap Fernady.

Baca Juga :  PWI Kalteng Gelar Pelatihan Liputan di Tengah Wabah

Sementara itu, Kepsek SMPN 4 Laung Tuhup, Sinta Dewi, yang sekolahnya menjadi salah satu target aksi ini, menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan positif yang dilakukan oleh PT MGM.

“Kami sangat berterima kasih kepada PT MGM yang telah mengadakan kegiatan tersebut ke sekolah-sekolah. Ini tentu sangat bermanfaat, karena akibat kabut asap beberapa minggu ke belakang, sekolah sempat diliburkan. Sehingga proses belajar mengajar terganggu. Semoga para siswa dapat menyadari bahaya karhutla, baik untuk kesehatan, lingkungan, ataupun untuk aktivitas belajar mengajar,” terang Sinta Dewi.(red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA