oleh

Pemda se-Kalteng Didorong Percepat Penyerapan Anggaran

PALANGKA RAYA, inikalteng.com – Inspektur IV, Inspektorat Jenderal (Irjen), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Arsan Latif, mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) se-Kalteng agar mempercepat penyerapan anggaran 2022.

Hal tersebut, disampaikan Arsan Latif saat menghadiri Rapat Asistensi Percepatan Penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2022 di lingkungan Pemprov Kalteng, serta Pemerintah Kabupaten dan Kota se-Kalteng, yang dihadiri langsung Sekda Kalteng H Nuryakin, di Aula Eka Hapakat, Gubernur Kalteng, Kamis (11/8/2022).

Dijelaskan, Rapat Asistensi itu sebagai tindak lanjut arahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tito Karnavian pada kegiatan Rapat Koordinasi Inspektorat Daerah se-Indonesia pada 26 Juli 2022 lalu. Salah satunya adalah Pemerintah Pusat perlu melakukan asistensi percepatan penyerapan APBD Tahun Anggaran 2022, yang pelaksanaannya dilakukan Irjen Kemendagri.

Baca Juga :  Jasa Raharja Kalteng Gelar PAM Lebaran 2022

“Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, meminta jajaran Inspektorat di daerah aktif melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) realisasi APBD. Upaya ini dapat dilakukan melalui kerja sama dengan Sekda, Bappeda, serta BPKAD,” ujarnya.

Arsan menegaskan, laju realisasi belanja harus diusahakan naik secara konsisten. Dengan kata lain, jangan sampai realisasi tersebut hanya dihabiskan pada tiga bulan terakhir tahun anggaran.

Lebih lanjut disebutkan, jajaran Inspektorat di daerah perlu memberi masukan kepada Perangkat Daerah (PD) yang realisasi belanjanya masih rendah. Inspektorat juga perlu mendalami penyebab rendahnya realisasi belanja tersebut, sehingga masukan yang diberikan dapat mengatasi persoalan.

Menurutnya, realisasi belanja penting dan menjadi atensi Presiden RI Joko Widodo. Sebab realisasi belanja pemerintah, termasuk salah satunya APBD, merupakan bagian dari faktor yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Melalui realisasi belanja tersebut, jumlah peredaran uang di tengah masyarakat akan meningkat, sehingga berdampak terhadap daya beli dan konsumsi rumah tangga.

Baca Juga :  Sekolah di Pelosok Masih Keluhkan Jaringan Internet

“Daya beli masyarakat sangat ditentukan dengan adanya aktivitas ekonomi, baik ekonomi yang didorong oleh Pemerintah atau yang didorong oleh swasta. Ekonomi yang didorong oleh Pemerintah adalah realisasi belanja Pemerintah, realisasi APBD, APBN,” pungkas Arsan Latif.

Sementara Inspektur Kalteng Saring, menyampaikan, Rapat Asistensi bertujuan untuk mendorong percepatan penyerapan APBD Tahun Anggaran 2022 di seluruh Pemda di Kalteng, sehingga penyerapan APBD dapat sesuai dengan ketentuan dan target kinerja yang sudah ditetapkan dan direncanakan.

Baca Juga :  Dukungan Ketua KONI Pada Kontingen Porwanas Diharapkan Diikuti Para Kepala Daerah

Tidak itu saja, juga bertujuan sebagai wadah dalam mencari solusi atas hambatan atau kendala yang dihadapi Pemda dalam melaksanakan APBD Tahun Anggaran 2022.

Pada kesempatan yang sama, Sekda Kalteng H Nuryakin mengucapkan terima kasih kepada tim Irjen Kemendagri yang telah hadir dalam rangka rapat asistensi.

“Saya mengharapkan di forum yang sangat strategis ini, agar dapat dijadikan sebagai momentum untuk mengevaluasi kinerja yang masih belum optimal, dan kita dapat mengidentifikasi masalah, hambatan, dan kendala yang dihadapi selama pelaksanaan APBD, khususnya Tahun Anggaran 2022. Sehingga kemudian, akan memudahkan kita untuk melihat akar permasalahannya dan segera menemukan solusinya,” tutup H Nuryakin. (ka/red2)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

BACA JUGA