SAMPIT, inikalteng.com – Hingga kini masih banyak perusahaan besar swasta (PBS) perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang cenderung cuek dengan kondisi masyarakat sekitar perusahaannya, meskipun di tengah kondisi ekonomi yang kurang baik. Hanya ada sejumlah PBS perkebunan yang dinilai betul-betul memiliki kepedulian terhadap masyarakat di sekitarnya. Kepedulian itu mendapat apresiasi dari Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kotim Juliansyah.
“Ketika awal pandemi Covid-19, sejumlah PBS ini aktif menyalurkan bantuan sebagai tanda kepedulian mereka kepada masyarakat. Namun sayangnya, ada juga perusahaan yang tidak peduli dengan kondisi terkini di sekitar usaha perkebunan kebun kelapa sawitnya,” kata Juliansyah di Sampit, Kamis (31/3/2022).
Karena itu, dia agar pemerintah daerah setempat menginventarisasi perusahaan mana saja yang sudah menyalurkan program kepedulian kepada masyarakat dan yang tidak. Sebab, program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) pada dasarnya adalah kewajiban dari perusahaan yang berinvestasi di Bumi Habaring Hurung ini.
“Sudah saatnya kalau perusahaan mau membantu warga dan juga pemerintah. Kami mendesak pengusaha dan PBS di Kotim ini mau membantu masyarakat di sekitar tempatnya berusaha. Karena memang kondisi ekonomi masyarakat sedang sulit. Sekadar untuk urusan makan saja, warga sulit memenuhinya,” kata Juliansyah.
Dia mengaku paham betul bagaimana kondisi di lapangan saat ini. Bantuan dari pihak ketiga untuk warga sangat berguna. “Kami sebagai wakil rakyat mengetuk kedermawanan para pengusaha, khususnya di dapil lima Kabupaten Kotim untuk turut membantu warga, terkhusus yang berada di sekitar lokasi perkebunan mereka,” tandas Juliansyah yang juga Sekretaris Partai Gerindra Kotim tersebut. (ya/red1)









