Kabar Gembira! Jumlah Pengangguran Indonesia Berkurang Hingga 35 Ribu Orang

Ekonomi, Nasional221 Dilihat

Jakarta, Inikalteng.com – Airlangga Hartarto menyatakan kondisi pasar tenaga kerja Indonesia menunjukkan tren perbaikan pada awal 2026. Hal ini tercermin dari meningkatnya jumlah tenaga kerja yang terserap serta menurunnya tingkat pengangguran secara nasional.

Ia menjelaskan, berdasarkan indikator sosial periode Februari 2025 hingga Februari 2026, penyerapan tenaga kerja bertambah sebanyak 1,89 juta orang sehingga total penduduk bekerja mencapai 147,67 juta orang. Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka mengalami penurunan dari 4,76 persen menjadi 4,68 persen.

Menurutnya, capaian tersebut turut memperkuat kualitas pertumbuhan ekonomi nasional. Selain sektor ketenagakerjaan, perbaikan juga terlihat dari indikator sosial lainnya, seperti penurunan angka kemiskinan menjadi 8,25 persen pada September 2025 serta rasio gini yang tercatat sebesar 0,363 pada periode yang sama.

Data tersebut selaras dengan laporan Badan Pusat Statistik yang mencatat adanya perbaikan di pasar tenaga kerja, meskipun masih diwarnai dinamika pemutusan hubungan kerja (PHK).

Kepala BPS Amalia Adhininggar Widyasanti menyampaikan bahwa sepanjang Februari 2025 hingga Februari 2026 terdapat sekitar 196,7 ribu orang yang mengalami PHK. Namun, sebagian besar dari jumlah tersebut telah kembali memperoleh pekerjaan.

Ia menjelaskan bahwa dari total tersebut, sebanyak 113 ribu orang sudah kembali bekerja, 69,1 ribu orang masih menganggur, dan 14,6 ribu orang masuk kategori bukan angkatan kerja.

Secara keseluruhan, jumlah pengangguran di Indonesia pada Februari 2026 tercatat sebanyak 7,24 juta orang atau turun sekitar 35 ribu orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Tingkat pengangguran terbuka juga menurun menjadi 4,68 persen.

BPS mencatat jumlah angkatan kerja pada Februari 2026 mencapai 154,91 juta orang, meningkat 1,862 juta orang dibandingkan Februari 2025. Dari jumlah tersebut, sebanyak 147,67 juta orang telah bekerja.

Lapangan usaha yang menyerap tenaga kerja terbesar masih berasal dari sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan jumlah mencapai 42,49 juta orang atau sekitar 28,78 persen dari total tenaga kerja.

Selain itu, jumlah pekerja penuh waktu juga mengalami peningkatan signifikan, dengan tambahan sekitar 2,10 juta orang, sementara jumlah pengangguran tercatat menurun hingga 940 ribu orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *