oleh

Semua Awak Pesawat Lion Air Group Wajib Disiplin

Dalam strategi pengembangan SDM, Lion Air Group mempunyai pandangan tegas bahwa kemampuan, kepandaian, keterampilan, bakat serta potensi diri harus selalu dilakukan penyegaran (recurrent), pembinaan dan regenerasi. Tujuan utamanya, mampu menguasai materi bidangnya semakin luas, mendalam, mahir, mutakhir dan dapat mengambil keputusan menurut standard operational procedure (SOP) berlaku.

Selain aspek mahir mengoperasikan pesawat, air crew dituntut bisa berkolaborasi dan bekerja sama secara baik. Alasan utamanya bahwa operasional pada dasarnya ialah #MelayaniSepenuhHati#, terbentuk berkat sinkronisasi bersama pengatur lalu lintas udara, teknisi, petugas layanan darat (ground handling) dan lainnya yang terkait.

Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro mengatakan, Lion Air Group senantiasa menjalankan koordinasi, komunikasi dan kerja sama tepat bersama-sama regulator, pengelola bandar udara dan berbagai pihak guna memulai persiapan layanan hingga proses penerbangan selesai. Sinergitas #MelayaniSepenuhHati# diharapkan memberikan nilai lebih kepada travelers dalam mempermudah perjalanan sesuai kebutuhan di era kekinian (millennials traveling).

Baca Juga :  Pendaftaran Wisuda Periode Desember 2019 Mulai Dibuka

“Semua awak pesawat Lion Air Group wajib disiplin mematuhi aturan perusahaan, Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil (PKPS) atau Civil Aviation Safety Regulation Republik Indonesia (CASR RI). Hal ini untuk memastikan keselamatan penerbangan kepada penumpang, kru yang bertugas (on duty) serta pihak lain,” jelas Danang Mandala, Rabu (4/12/2019).

Diinformasikan pula, Lion Air Group mengatur air crew berdasarkan jam terbang sesuai batas maksimum yang ditentukan dan lisensi tipe pesawat (type rating) aktif. Jam terbang mengacu sebagaimana ditetapkan International Civil Aviation Organization (ICAO).

Baca Juga :  Masyarakat Dilarang Buang Sampah Sembarangan

Sejalan dengan membentuk kualitas air crew untuk komitmen #MelayaniSepenuhHati#, Lion Air Group melakukan beragam inovasi dan transformasi, salah satunya mendatangkan pesawat baru (aircraft rejuvenation). Armada Lion Air Group dibekali teknologi modern dan fitur-fitur yang menawarkan kenyamanan setiap travelers.

Bahkan, Lion Air mengoperasikan 66 Boeing 737-900ER (215 kelas ekonomi), 38 Boeing 737-800NG (189 kelas ekonomi), tiga Airbus 330-300 (440 kelas ekonomi) dan dua Airbus 330-900NEO (436 kelas ekonomi).

Kekuatan Wings Air sebagai feeder terdiri atas 45 ATR 72-600 dan 19 ATR 72-500. “Pesawat turboprop asal Perancis berkapasitas 72 kursi kelas ekonomi ini, bisa membuat sensasi perjalanan travelers jadi berkesan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Upacara HUT Ke-75 Kemerdekaan RI Digelar Secara Sederhana

Batik Air mengandalkan 44 Airbus 320-200CEO (12 kelas bisnis dan 144 kelas ekonomi), enam Boeing 737-900ER (12 kelas bisnis dan 168 kelas ekonomi), delapan Boeing 737-800NG (12 kelas bisnis dan 150 kelas ekonomi) serta satu Airbus 330-300CEO (18 kelas ekonomi dan 347 kelas ekonomi).

Danang Mandala menambahkan, Lion Air Group mengoptimalkan pesawat melalui mekanisme rotasi (pergerakan pesawat) disesuaikan jarak pada rute, infrastruktur bandar udara, tingkat keterisian penumpang (load factor) dan lainnya.

Lion Air menerapkan metode terstruktur dan berkesinambungan antara perawatan pesawat (maintenance), tim operasional serta keputusan cepat (quick action) untuk menentukan rotasi baru apabila ada hambatan di lapangan guna mengurai dampak keterlambatan penerbangan.(red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA