TAMIANG LAYANG, inikalteng.com – Berkat kerja keras saling mendukung antara pemerintah daerah dengan pihak TNI dan Polri untuk menggenjut percepatan vaksinasi massal, akhirnya Kabupaten Barito Timur (Bartim) ditetapkan pada Level 2 PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) dari yang sebelumnya di level 3. Hal itu sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) M Tito Karnavian.
Bupati Bartim, Ampera AY Mebas atas nama pemerintah daerah berterima kasih atas dukungannya warga Bartim. Sebab, penanganan Covid-19 merupakan tanggung jawab bersama.
“Kepada masyarakat Barito Timur, saya kembali mengingatkan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan,” kata Ampera di Tamiang Layang, Sabtu (13/11/2021).

Orang nomor satu di Gumi Jari Janang Kalalawah itu menegaskan, Bartim masuk dalam perawatan zero (bukan level 1), dan pelaksanaan vaksinasi sudah melampaui hampir 60 persen. Sehingga, dulu Bartim level 3 lalu turun ke level 2. Diharapkan nantinya target di akhir tahun 2021 bisa mencapai 75 persen. Jika capaian vaksinasi Covid-19 ini bisa tembus 75 persen, mungkin bisa turun di level 1. “Perlu diketahui oleh masyarakat, ada beberapa daerah kita yang masih 75 persen, 74 persen, tapi ada yang 35 persen dan 30 persen. Itu ada beberapa desa,” kata Ampera.
Khusus untuk wilayah Ampah Kota, diungkapkan, capaiannya masih sangat rendah. Hal itu dinilai lantaran kurangnya kesadaran masyarakat setempat akan betapa pentingnya vaksinasi bagi kesehatan untuk menjaga kekebalan tubuh dari serangan virus. “Karena itu, kita mengimbau kepada tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar mau divaksin. Jangan takut, karena vaksin itu aman, halal dan sudah diakui MUI (Majelis Ulama Indonesia),” ucap Ampera.
Semantara itu, Camat Dusun Tengah, Prismayandi dalam keterangannya mengakui realisasi vaksin di wilayahnya memang masih rendah. Untuk itu, dirinya terus mendorong melalui Kepala Desa, RT, dan RW agar menyampaikan kepada masyarakat untuk ikut divaksin, baik untuk dosis 1 maupun dosis 2.
“Harapan kita, nanti Dusun Tengah menjadi penyumbang terbesar bagi Pemerintah Kabupaten Barito Timur untuk menurunkan level PPKM kita,” ujar Prismayandi.
Dijelaskan, bahwa untuk bisa turun level dari 3 ke 2, tentu capaian vaksin dosis pertama minimal 50 persen dan vaksin lansia minimal 40 persen. Karena itu, pihaknya terus menggenjot pelaksanaan vaksinasi massal sampai akhir tahun nanti hingga target terpenuhi. “Jika pelaksanaan vaksin di tempat yang tidak mungkin karena adanya kendala, maka kita akan jemput bola dengan mendatangi warga dari desa ke desa,” pungkas Prismayandi. (*/red)










