Bupati Bartim Tanam Perdana Jagung Komposit di Desa Netampin

TAMIANG LAYANG, inikalteng.com – Dalam rangka menyambut dan menyukseskan program ekonomi kerakyatan, Pemerintah Kabupaten Barito Timur (Bartim) melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) dan Koperasi Bersama Tani Sejahtera (KBTS) melaksanakan tanam perdana jagung komposit varietas NK212 di Desa Netampin, Kecamatan Dusun Tengah.

Ketua KBTS, Ela mengatakan, kegiatan tanam perdana jagung komposit varietas NK212 ini adalah bentuk dukungan kepada pemerintah daerah dalam bidang peningkatan ekonomi kerakyatan. Di mana pemerintah daerah melalui dinas teknis terkait telah membuat program dan memfokuskan kawasan pengembangan jagung komposit untuk tahun 2022 di sejumlah desa yang tersebar pada 10  kecamatan di Kabupaten Bartim.

“Salah satu percontohan, hari ini kita lakukan penanaman perdana jagung komposit di Desa Netampin pada lahan milik pemerintah seluas kurang lebih 11 hektar,” kata Ela, Kamis (10/3/2022).

Tak hanya itu, lanjutnya, KBTS di tahun 2022 ini memiliki 7 program. Di antaranya, Pelatihan Operator Rice Milling Unit (RMU), membeli gabah dan memasarkan beras hasil prosesnya, menanam jagung komposit, mencari peluang pemasaran hasil produksi beras dan jagung.

Kemudian, melakukan inisiasi dan peluang untuk menjadi distributor pupuk di Bartim, mencari peluang untuk mendapat benih padi dan meningkatkan hasil laboratorium beras berstandar SNI.

“Saat ini produksi beras dari hasil RMU Koperasi Bersama Tani Sejahtera Barito Timur, sudah dilakukan uji laboratorium dan berstandar SNI medium,” ujar Ela.

Sementara itu, Bupati Bartim Ampera AY Mebas mengatakan, areal tempat tanam perdana ini adalah areal milik pemerintah daerah bekerja sama dengan KBTS. “Diharapkan dengan adanya kegiatan tanam perdana ini dapat mendorong kelompok-kelompok tani lain untuk menanam jagung,” katanya.

Dijelaskan Bupati, pada tahun 2022 ini program tanam untuk jagung komposit seluas 1.000 hektar dari Pemerintah Kabupaten Bartim dan Provinsi Kalteng. Pihaknya akan terus mendorong agar masyarakat menanam jagung komposit .Tahun ini pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan akan melakukan pengembangan tanaman jagung komposit di 10 kecamatan.

“Jagung komposit dipergunakan untuk pakan ternak bebek, ayam, dan lainnya, tergantung pengolahan di pabrik. Ini merupakan program yang berkaitan dengan ekonomi kerakyatan dan ketahanan daerah seperti yang diprogramkan dalam visi-misi daerah,” jelas Ampera.

Dia berharap melalui program pengembangan jagung komposit bisa meningkatkan pendapatan petani lokal dengan terpenuhinya pakan ternak dalam daerah. Sehingga dampak positifnya bisa menekan masuknya pakan dari luar daerah, serta menekan harga jual beli dalam daerah atau menekan inflasi daerah.

“Pemkab Bartim sudah mendorong dan melaksanakan program ketahanan pangan sekaligus ekonomi kerakyatan melalui ternak ayam pedaging dan ayam petelur yang saat ini berlangsung hingga ke desa-desa,” pungkas Ampera. (yr/red1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *