SAMPIT, inikalteng.com – Anggota Komisi IV DPRD Kotim, Pardamean Gultom mengatakan, fungsionalnya jalan lingkar selatan Kota Sampit belakangan ini, merupakan satu-satunya cara menyelamatkan jalan di dalam Kota Sampit dari kerusakan karena dilalui oleh banyak kendaraan bertonase besar. Untuk itu, Dinas Perhubungan Kotim harus menepati janjinya untuk mensterilkan jalan dalam Kota Sampit dari angkutan bertonase besar.
“Meski diperbaiki, jalan di dalam kota tetap cepat rusak seperti Jalan KH Dewantara, Jalan HM Arsyad, Jalan S Parman dan Jalan Kapten Mulyono yang sering dilalui truk besar dengan tonasenya melebihi kapasitas dan kemampuan jalan kelas IIIC,” ujar Gultom di Sampit, Selasa (11/10/2022).
Menurutnya, semakin hari jalan di dalam Kota Sampit banyak yang rusak, bahkan semakin parah. Terlebih sebentar lagi Kota Sampit akan banyak dikunjungi warga dari luar kota terkait pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) di 2023 mendatang.
“Karena Kotim menjadi tuan rumah, maka kita harus menyuguhkan citra Kota Sampit yang baik, yang bebas dari truk-truk masuk kota serta bebas dari banjir. Kalau sekarang ini, dua-duanya sering terjadi. Jalan rusak ditambah lagi saat diguyur hujan, banyak jalan tergenang air dan menjadi becek serta berbahaya kalau tidak hati-hati,” paparnya.
Gultom menambahkan, kondisi ini mendesak pemerintah untuk melakukan pengalihan jalur truk melalui lingkar selatan, daripada daerah mengalami kerugian untuk memperbaiki ruas jalan dalam kota yang sering dilakukan berulang kali. “Dengan sudah fungsionalnya jalan lingkar itu, jadi tidak ada alasan angkutan truk melintas dalam Kota Sampit. Dishub kami tekankan untuk tegas kali ini,” tandasnya. (ya/red1)










