MUARA TEWEH, inikalteng.com – Dalam upaya mengakselerasi literasi dan inklusi keuangan syariah di Kabupaten Barito Utara, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Bank Indonesia, serta Bank Syariah Indonesia Area Banjarmasin menggelar edukasi keuangan melalui program SICANTIKS (Sahabat Ibu Cakap Literasi Keuangan Syariah) pada Selasa (14/4/2026) lalu.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat A Setda Barito Utara ini dihadiri perwakilan pemerintah daerah, OJK, Bank Indonesia, dan BSI, dengan peserta dari Bhayangkari serta pelaku UMKM perempuan. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman pengelolaan keuangan yang sehat, mengenalkan produk dan layanan keuangan syariah, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal.
Asisten Direktur Senior OJK Kalteng, Andrianto Suhada, menyampaikan bahwa program SICANTIKS menjadi semakin relevan karena perempuan masih menghadapi tantangan dalam literasi dan inklusi keuangan. Berdasarkan SNLIK 2025, indeks literasi keuangan perempuan tercatat 65,58 persen dan inklusi 80,28 persen. Secara nasional, literasi keuangan mencapai 66,46 persen dan inklusi 80,51 persen.
Selain itu, 68 persen pelapor aktivitas keuangan ilegal di Kalimantan Tengah merupakan perempuan, dengan 173 laporan penipuan di Barito Utara yang tercatat di Indonesia Anti-Scam Center. Hal ini menunjukkan pentingnya penguatan kapasitas perempuan agar lebih cakap dan terlindungi dalam mengakses layanan keuangan, sekaligus waspada terhadap investasi ilegal dan penipuan digital.
“Kegiatan ini bagian dari komitmen OJK untuk mendorong perempuan sebagai pilar penting dalam pengelolaan ekonomi keluarga agar lebih cakap, bijak, dan mampu melindungi diri dari risiko keuangan,” ujar Andrianto.
Sementara itu, Asisten I Setda Barito Utara, Eveready Noor, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai perempuan memiliki peran strategis sebagai “menteri keuangan” dalam keluarga, sehingga perlu dibekali pemahaman agar lebih bijak mengelola keuangan, selektif memilih produk, dan waspada terhadap tawaran investasi ilegal.
Kegiatan diisi dengan pemaparan materi dari OJK, Bank Indonesia, dan BSI, serta diskusi interaktif. Selain itu, peserta juga difasilitasi pembukaan rekening syariah sebagai upaya memperkuat inklusi dan mendorong pemanfaatan layanan keuangan syariah dalam kehidupan sehari-hari.










