Pemkab Lamandau Gelar Pelatihan Membatik untuk Perluas Kesempatan Kerja

Pemkab Lamandau212 Dilihat

NANGA BULIK, inikalteng.com — Pemerintah Kabupaten Lamandau melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi menggelar pelatihan membatik sebagai bagian dari program perluasan kesempatan kerja. Pelatihan berlangsung selama empat hari, mulai 3 – 6 November 2025 bertempat di LPP Rahmat Lestari, Kabupaten Lamandau.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamandau, Atie Dieni, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk membuka peluang lapangan kerja baru sekaligus mengembangkan usaha yang sudah ada. Menurutnya, pelatihan keterampilan seperti membatik memiliki peran strategis dalam menekan angka pengangguran.

“Perluasan kesempatan kerja adalah salah satu indikator penting dalam menurunkan tingkat pengangguran. Dengan semakin banyaknya lapangan kerja, masyarakat memiliki penghasilan dan mampu memenuhi kebutuhan hidup,” ujarnya.

Pelatihan diikuti oleh 15 peserta dari Kecamatan Bulik. Materi diberikan oleh Umi Taslimah, praktisi membatik berpengalaman sekaligus pimpinan LPP Rahmat Lestari. Para peserta mendapatkan pembelajaran mulai dari teknik dasar membatik, proses pewarnaan, hingga pembuatan motif khas yang berpotensi dikembangkan sebagai produk unggulan daerah.

Atie Dieni menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga memiliki tujuan yang lebih luas, antara lain meningkatkan ketersediaan lapangan kerja, menekan angka pengangguran, menambah pendapatan masyarakat, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Diharapkan juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, mengurangi kesenjangan sosial, menciptakan lapangan kerja yang layak dan berkelanjutan, meningkatkan akses masyarakat terhadap informasi pasar kerja, meningkatkan keterampilan dan kompetensi tenaga kerja, mendorong produktivitas, daya saing, dan kewirausahaan,” harapnya.

Dengan adanya pelatihan membatik ini, Pemkab Lamandau berharap para peserta tidak hanya mampu menguasai keterampilan baru, tetapi juga dapat menciptakan peluang usaha mandiri. Produk batik lokal yang dihasilkan nantinya diharapkan mampu bersaing di pasar, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif di daerah.

Editor : Adi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *