Pemerintah Tekankan Kritik Harus Didukung Data Di Tengah Inflasi Pengamat

Jakarta, Inikalteng.com – Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya, menyoroti fenomena yang ia sebut sebagai “inflasi pengamat”, yakni meningkatnya jumlah pihak yang memberikan opini di ruang publik tanpa didukung keahlian yang relevan maupun data yang akurat.

Teddy menegaskan bahwa pemerintah tetap terbuka terhadap kritik dan masukan dari berbagai kalangan, dengan catatan bahwa penyampaiannya harus berbasis fakta dan data yang valid.

“Sekarang ini, ada satu fenomena. Apa itu? Ada yang namanya inflasi pengamat. Jadi, banyak sekali pengamat. Ada pengamat beras, tapi dia background-nya bukan di situ. Ada pengamat militer, ada pengamat luar negeri, dan pengamat-pengamat itu datanya tidak sesuai fakta, datanya keliru,” ujar Teddy di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (10/4).

Teddy menilai sejumlah pengamat kerap menyampaikan informasi yang tidak akurat dan tidak mencerminkan kondisi sebenarnya. Ia juga menyebut fenomena tersebut telah berlangsung sejak sebelum Prabowo Subianto menjabat sebagai Presiden RI, dengan tujuan membentuk dan memengaruhi opini publik.

“Dari sebagian besar, pengamat-pengamat itu adalah pengamat-pengamat yang sejak dulu sudah berusaha memengaruhi warga, membentuk opini publik. Bahkan sejak Pak Prabowo belum menjadi presiden,” kata Teddy, seperti dikutip dari Sekretariat Presiden melalui YouTube.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah tetap tinggi. “Tapi faktanya apa? Faktanya lebih dari 96 juta warga lebih percaya Pak Prabowo, tidak percaya mereka. Itu adalah bukti nyata kepercayaan publik. Bukan suatu asumsi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Teddy menyampaikan bahwa perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi. Pemerintah, menurutnya, tetap membuka ruang kritik selama disampaikan secara konstruktif dan tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Jadi saya kira boleh kita berbeda pandangan, boleh berbeda pendapat. Silakan beri kritik, tapi jangan sampai kita memberi statement yang mengarah pada kecemasan, membuat orang cemas terhadap negeri ini. Semuanya stabil, semuanya terkendali,” ucapnya.

Teddy juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan pers, untuk bersama-sama menjaga optimisme dan membangun harapan positif terhadap masa depan bangsa. Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk terus melakukan perbaikan dan meningkatkan kinerja, dengan tetap membuka diri terhadap kritik dan masukan dari publik.

“Kita harus punya harapan dan doa yang baik untuk negeri ini. Jangan sampai kita menjadi orang-orang yang malah justru mengajak orang lain untuk punya harapan dan doa yang jelek untuk negeri yang kita cintai ini,” kata Seskab.

“Tentu belum sempurna. Kami terima kritik, terima masukan. Secepat mungkin kita sempurnakan, kita maksimalkan sesegera mungkin,” tambahnya. -red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *