Mengaku Salah, Cornelis Nalau Minta Maaf Kepada TNI

PALANGKA RAYA, inikalteng.com – Mengaku salah, Cornelis Nalau yang merupakan salah seorang manajemen lama di PT BMB, berujung permohonan maaf kepada pihak Tentara Nasional Indonesia (TNI). Permohonan maaf tersebut disampaikan, menyusul munculnya pemberitaan di salah satu media daring di Kalteng, berjudul ‘Presiden MADN Minta Kasad Jenderal Dudung untuk Menarik Anggota TNI yang Jadi Pengamanan di PT BMB’.

“Terkait keterlibatan TNI di PT BMB, sebenarnya saya harus ketemu dulu datang ke sini ketemu Danrem, tetapi saya tidak tahu dengan siapa yang bisa mengomunikasikan untuk menyelesaikan masalah itu membantu saya. Saya sampai melaporkan ke MADN, karena saya merasa MADN lah yang bisa membantu saya menyelesaikan masalah ini,” tutur Cornelis Nalau didampingi Sekretaris DAD Kalteng Yulindra Dedy dan salah seorang Tokoh Masyarakat Simpei Ilon, usai bertemu dengan Danrem 102 Panju Panjung (Pjg) Brigjen TNI Yudianto Putrajaya, di Makorem 102/Pjg, Kamis (3/11/2022).

Menurutnya terkait permasalahan TNI yang berada di lapangan atau di PT BMB, dia mengaku takut karena di wilayah PT BMB selalu dibuat isu macam-macam, yang dibuat manajemen baru. Sehingga dia selaku masyarakat Gunung Mas, merasa takut dengan keberadaan TNI di PT BMB.

Untuk itu sebagai satu-satunya lembaga tertinggi bagi Adat Dayak, maka dia melaporkan persoalan itu kepada MADN. Selain itu dia juga selaku Panglima Bakormad, menjadi seorang yang bisa membantu permasalahan itu, terkait konflik di masyarakat dengan perusahaan, maka MADN menjadi solusinya agar bisa meluruskan dan menyampaikan kepada KSAD Jenderal Dudung Abdurachman.

“Saya juga tidak mengetahui, jika MADN atas laporannya tersebut langsung menyurati KASAD. Itu bukan ranah dari saya, tetapi tugas saya hanya meminta bantuan kepada MADN penyelesaiannya. Untuk penyelesaian persoalan itu, saya sudah bertemu langsung dengan Danrem, dan setelah menerima penjelasan, saya atas nama pribadi mohon maaf atas permasalahan ini. Karena saya juga tidak tahu dengan apa yang sudah beredar,” ungkapnya.

“Hari ini (Kamis, 3/11/2022, red) saya mohon maaf kepada Pak Danrem, dan hari ini saya sudah tahu permasalahannya. Karena tugas TNI di sana (areal PT BMB, red) hanya memberikan pelatihan kepada petugas keamanan perusahaan, bukan hendak mengusir orang Dayak yang ada di PT BMB. Melainkan keberadaan TNI justru memberikan rasa aman kepada masyarakat,” tutup Cornelis Nalau.

Sementara Sekretaris DAD Kalteng Yulindra Dedy, menjelaskan, terkait persoalan, baik antara PT BMB dengan Cornelis Nalau selaku manajemen yang lama, di mana dalam perkembangannya ada keterlibatan permasalahan dengan DAD termasuk membawa institusi TNI.

“Hari ini, kami sudah berdiskusi langsung dengan Pak Cornelis, Danrem, dan DAD. Kami dari di DAD, sudah mengomunikasikan dengan semua pihak. Kami juga sudah mengundang PT BMB untuk mendengar penjelasan, dan kami juga mendengar penjelasan dari Pak Cornelis berkenaan persoalan di PT BMB,” ujarnya.

Dari semua penjelasan yang disampaikan, sambung Yulindra Dedy, DAD Kalteng lebih mengedepankan fungsi mediasi dan penyelesaian secara damai, sehingga pada saatnya ada rekonsiliasi dari semua pihak. Bahkan pihaknya sudah mendengar penjelasan dari Cornelis Nalau, jika persoalan itu tengah diselesaikan pada ranah hukum positif, dan sudah berjalan di Kepolisian.

Kendati demikian, DAD Kalteng tetap mendorong ruang mediasi antara Cornelis Nalau dengan manajemen PT BMB tetap berjalan. Salah satu solusinya, mediasi itu bisa diprakarsai melalui ruang yang disediakan pihak Kepolisian.

“Namun mediasi itu, harus dilakukan antara Cornelis Nalau dengan pihak PT BMB yang benar-benar bisa mengambil keputusan atau owner PT BMB. Kalau ini bisa duduk satu meja, kami yakin suatu saat permasalahan ini bisa selesai,” sebutnya.

Oleh karena itu, DAD Kalteng mengimbau, permasalah tersebut jangan sampai menjadi upaya untuk memecah belah Masyarakat Adat Dayak, dan jangan sampai ada konflik sesama Masyarakat Adat Dayak akibat permasalahan di PT BMB.

Tidak itu saja, DAD Kalteng juga memohon bantuan dari Danrem 102/Pjg dan juga Polda Kalteng, untuk sama-sama menjaga kondusifitas daerah, agar Kalteng bisa tetap dalam kondisi aman, tertib, dan suka tidak suka keberadaan investasi tetap bisa hadir membangun Kalteng, dengan tetap memerhatikan keberadaan Masyarakat Adat Dayak di Kalteng.

Apa yang menjadi kewajiban terhadap Masyarakat Adat harus dipastikan berjalan, termasuk juga keberadaan masyarakat untuk sama-sama menjaga investasi bisa berjalan dengan kondusif, aman, dan lancar untuk kesejahteraan masyarakat Kalteng.

“Kami juga mengimbau kepada masyarakat, untuk dapat mengikuti permasalahan yang ada di PT BMB dengan arif dan bijaksana, jangan mudah terprovokasi membawa permasalahan ini ke hal-hal yang bisa membenturkan sesama masyarakat Kalteng,” pungkas Yulindra Dedy. (ka/red2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *