oleh

Kasih Sayang dan Siraman Rohani Efektif Cegah KDRT

MUARA TEWEH, inikalteng.com – Legislator DPRD Barito Utara (Barut) Sinaryati, mengungkapkan, kasih sayang dan siraman rohani sangat efektif dalam mencegah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Pasalnya ketidakharmonisan dan permasalah rumah tangga, sering kali berujung pada proses hukum.

“Kekerasan di luar, bermula dari keluarga kecil. Karenanya sangat penting rasa kasih sayang dan siraman rohani dari rumah, untuk mencegah terjadinya KDRT,” tutur Sinaryati, Selasa (2/3/2021).

Baca Juga :  Pengguna Medsos Diminta Berhati-hati

Menurutnya, belakangan ini banyak kasus KDRT yang mencuat dari kekerasan biasa, bahkan sampai ke pembunuhan. Hal itu menandakan, bahwa banyak hubungan dalam rumah tangga yang kurang harmonis, sehingga menyebabkan tindak kekerasan.

“Banyaknya kasus perceraian di kabupaten ini (Barut), juga menunjukan kalau ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Padahal pondasi terkuat untuk mencegah kekerasan di luar adalah dari rumah,” ujar politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Baca Juga :  13 Tim Dipastikan Siap Berlaga di Turnamen Bupati Cup 2019

Dia menegaskan, jika di rumah diajarkan kasih sayang, maka dipastikan keluarpun orang cenderung akan berbuat baik dan berbagi kasih. Sehingga dengan sendirinya, akan mengurangi tindak kekerasan di luar rumah.

“Diperlukan siraman agama atau sosialisasi hukum secara berkesinambungan pada warga, baik secara swadaya masyarakat maupun dari bantuan pemerintah daerah. Mendatangkan Tokoh Agama di majelis masing-masing, demi meminimalisir tindak kejahatan yang disebabkan lemahnya iman, sehingga emosi begitu cepat terpancing,” imbuhnya.

Baca Juga :  Jajaran Civitas Akademika UPR Berduka

Selain itu, sambung Sinaryati, pengaruh gejolak ekonomi dalam rumah tangga, seperti tidak mendapatkan pekerjaan yang layak di tengah tuntutan ekonomi yang semakin banyak, serta pergaulan, sering menjadi salah satu pemicu konflik. Sebabnya dalam hal ini, pemerintah melalui instansi atau dinas terkait mempunyai tanggung jawab moral, agar masyarakat jangan sampai menganggur. Caranya, menciptakan lapangan kerja atau setidaknya memberikan peluang usaha. (mhd/red2)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA