PALANGKA RAYA,inikalteng.com– Pasca Hari Raya Idul Fitri 1444 H pemerintah terus melakukan pemantauan serta menekan inflasi dengan melakukan rapat koordinasi (Rakor). Yang mana rapat tersebut dipimpin Mendagri RI, Tito Karnavian dan dihadiri Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan,Yuas Elko secara virtual, di Aula Jayang Tingang Kantor Gubernur Kalteng, Rabu (3/5/2023).
Yuas Elko mengungkapkan, inflasi Provinsi Kalteng yang berada di urutan 11 ini adalah berkat sinergisitas antara Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) provinsi dan kabupaten/kota serta Satgas Pangan yang sudah melakukan upaya maksimal. “Kita berada di tengah-tengah, tidak masuk dalam 10 provinsi tertinggi maupun 10 provinsi terendah, itu artinya kita masih aman,” kata Yuas.
Sementara Tito menerangkan, bahwa inflasi di Indonesia berada di urutan 145 dari 186 negara inflasi terendah yakni 4,33 persen (y-o-y). “Sedangkan di tingkat negara G20, kita berada di urutan 8 dari 24 negara inflasi terendah, dan di tingkat ASEAN, Indonesia berada di urutan 6 dari 11 negara inflasi terendah,” ucapnya.
Terpisah Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Margo Yuwono menyampaikan inflasi Ramadan dan Lebaran tahun 2023 lebih rendah dibanding inflasi Ramadan dan Lebaran tahun 2022 lalu.
“Hal ini menunjukkan kesiapan Pemerintah dalam mengantisipasi periode Ramadan dan Lebaran tahun 2023,” katanya.
Lebih lanjut Margo menambahkan inflasi pangan dapat ditekan yang ditopang aktivitas panen raya dan komoditas holtikultura bulan Maret-April.
“Sebagian besar kabupaten/kota non-Indeks Harga Konsumen (non-IHK) pada April 2023, khususnya di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Penyumbang utama kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) di sebagian kabupaten/kota adalah beras, telur ayam ras, daging ayam ras, dan minyak goreng, sementara penyumbang utama penurunan IPH adalah cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Provinsi Kalteng di bulan April berada di urutan 11 tertinggi inflasi nasional yakni 4,85 persen (y-o-y). Inflasi tersebut turun 0,77 persen (y-o-y) dibanding bulan Maret lalu yaitu 5,62 persen (y-o-y). (ard/red2)










