Hingga Oktober 2023, Kondisi Keuangan Kalteng Terjaga Stabil

PALANGKA RAYA, inikalteng.com – Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kalimantan Tengah (OJK Kalteng) menilai kondisi sektor jasa keuangan di Provinsi Kalimantan Tengah sampai dengan Oktober 2023 terjaga stabil di tengah tingginya dinamika global.

Hal tersebut dapat dilihat dari kinerja keuangan Industri Jasa Keuangan di Provinsi Kalimantan Tengah sisi Perbankan terdapat peningkatan setiap tahunnya baik dari sisi Aset, Dana Pihak Ketiga, dan Kredit. Pemberian kredit didominasi pada sektor kredit konsumsi.

“Penyaluran kredit terlihat menunjukkan kinerja baik dari Sektor Perbankan di Provinsi Kalimantan Tengah yang masih cukup baik, sehingga berdampak baik dari peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kinerja perbankan,” jelas Kepala OJK Kalteng, Otto Fitriandy saat silaturahmi akhir tahun dengan awak media, Jumat (29/12/2023) di Aula Kantor OJK Kalteng.

Otto melanjutkan, selain melaksanakan tugas pengawasan kepada Industri Jasa Keuangan, OJK Provinsi Kalimantan Tengah senantiasa mendorong terwujudnya literasi dan inklusi keuangan kepada semua pihak, termasuk penyandang disabilitas yang merupakan salah satu dari sasaran prioritas edukasi keuangan dalam Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia tahun 2021 – 2025.

Sejumlah wartawan saat mengikuti silaturahmi akhir tahun bersama OJK Kalteng, Jumat (29/12/2023). (foto: humas OJK kalteng)

Begitu pun pada industri Perbankan, sambung Otto, kinerja Bank Umum baik konvensional dan syariah mengalami pertumbuhan yang tergolong tinggi, Per bulan Oktober 2023 Aset Bank Umum di Provinsi Kalimantan Tengah tumbuh sebesar 15,81 persen (yoy).

“Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat sebesar 14,77 persen (yoy) dan Kredit meningkat sebesar 10,74 persen (yoy) dengan tingkat kredit bermasalah (Non-Performing Loan) sebesar 1,42 persen,” ujarnya.

Disebutkan pula oleh Kepala OJK Kalteng, kredit bank umum didominasi oleh Kredit Konsumsi yang memiliki porsi kredit sebesar Rp17,71 triliun dengan 5 kredit sektor ekonomi terbesar adalah Untuk Pemilikan Peralatan Rumah Tangga Lainnya (termasuk pinjaman multiguna), Pertanian, Perburuan dan Kehutanan, Perdagangan Besar dan Eceran, Untuk Pemilikan Rumah Tinggal, dan Industri Pengolahan.

“Sementara itu 5 Kabupaten/Kota penyaluran kredit terbesar di Provinsi Kalimantan Tengah berada pada Kota Palangka Raya, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Barito Utara,” beber Otto.

Sedangkan tambahnya, penyaluran kredit pada bank umum masih didominasi pada jenis usaha non-UMKM sebanyak Rp29,79 triliun atau sebesar 65,08 persen dari total penyaluran kredit berdasarkan jenis usaha.

Penulis: Adinata

Editor : Adinata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *