KUALA KURUN, inikalteng.com – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) melalui Dinas Kesehatan setempat menggelar aksi ke delapan pengukuran publikasi stunting melalui data E-PPGBM untuk mengetahui tindakan sistematis dan terencana.
“Publikasi stunting ini sebuah pilihan untuk menentukan derajat kesehatan masyarakat yang harus dilakukan oleh semua komponen,” ujar Bupati Gumas Jaya Samaya Monong melelui Wabup Efrensia LP Umbing di GPU Damang Batu Kuala Kurun, Rabu (6/12/2023).
Menurut Efrensia, penanggulangan stunting harus dimulai dari keluarga, karena keluarga adalah bagian terkecil dari masyarakat yang membentuk kepribadian untuk meningkatkan kualitas hidup sehat.
Lanjut orang nomor dua di Kabupaten Gumas ini, publikasi stunting ini untuk menyampaikan data prevalensi skala layanan puskesmas, kecamatan, kelurahan, dan desa.
Kemudian tambahnya, hasil publikasi stunting ini nantinya akan menjadi bahan evaluasi intervensi. Dan sebagai bahan perumusan pemecahan masalah sesuai proses perencanaan di pemerintah daerah untuk integrasi program.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan melalui Kepala bidang Kesehatan Masyarakat Gumas Heriyanto mengatakan, publikasi stunting dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan dan produktivitas masyarakat yang optimal.
Heriyanto mengatakan, berdasarkan data E-PPGMB pada percepatan penurunan stunting yang dimulai pada aksi satu hingga aksi delapan di Kabupaten Gumas, maka pada tahun 2023 ini turun jadi 16 persen jika dibandingkan pada tahun sebelumnya mencapai 18 persen.
“Kami berharap pelaksanaan kegiatan intervensi pencegahan dan penurunan stunting dilakukan secara bersama-sama dari segala sektor,” sebut Kabid Kesehatan Masyarakat.
Penulis : Heriyadi
Editor : Adinata










