Bantuan Alsintan Mubazir, Teras Akan Lapor ke Mentan

KUALA KAPUAS, inikalteng.com – Selama melakukan reses secara virtual di Kecamatan Tamban Catur dan Bataguh, Kabupaten Kapuas, Senator DPD RI Agustin Teras Narang menemukan sejumlah kendala yang dihadapi petani di kawasan program food estate, Jumat (30/7/2021).

Salah satunya, bantuan pemerintah pusat berupa alat dan mesin pertanian (Alsintan) jenis traktor Jhon Deree yang dinilai mubazir. Pasalnya alsintan ini ternyata tidak sesuai dengan kondisi tanah di daerah lahan gambut sehingga saat di uji coba amblas.

Menanggapi keluhan para petani ini, Teras mengatakan akan berupaya menyampaikan ke Menteri Pertanian (Mentan) terkait kondisi yang dihadapi petani di kawasan food etate. Terutama mengenai bantuan yang semestinya membantu, namun sebaliknya malah tidak terpakai dengan baik.

“ Semestinya bantuan yang diberikan (pemerintah) sesuai dengan kondisi lahan yang ada di Kalimantan Tengah (Kalteng), jangan samakan dengan di Pulau Jawa. Pemerintah pusat jangan cuma hanya mengirim saja alat pertanian, tetapi tidak bisa berfungsi dengan baik,” jelas Teras.

Menurut Gubernur Kalteng periode 2005-2015 ini, dari informasi yang didapatkan dari camat maupun kepala desa, untuk menggarap lahan pertanian daerah setempat cukup dengan menggunakan alsintan jenis hand tractor (traktor tangan).

Selain itu, Teras juga menyampaikan, berkenaan dengan pengadaan bibit padi bantuan pemerintah. Dimana selama ini para petani sudah terbiasa menggunakan jenis padi lokal untuk ditanaman di lahan pasang surut yang memang sesuai dengan kondisi tanah.

Sementara bibit bantuan dari pemerintah saat ini dinilai tidak cocok dengan kondisi tanah pasang surut. Terutama karena masalah pengairan yang belum memadai, sehingga bibit padi unggul tidak mampu bertahan di kondisi air tertentu dan cepat rusak.

“Bantuan bibit padi yang diberikan malah tidak efektif untuk meningkatkan hasil produksi padi petani. Sedangkan bibit padi lokal justru masih bisa memberikan keuntungan dan hasil panen lebih baik,” ungkap Teras.

Hal lainnya masalah distribusi pupuk subsidi, Teras berharap penyalurannya bisa sesuai dengan waktu masa tanam. Jangan sampai pupuk baru datang jauh hari setelah penanaman padi, sehingga tidak bisa digunakan lagi. (adn)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *