NANGA BULIK, inikalteng.com – Tingginya intensitas hujan yang melanda Lamandau dalam beberapa hari terakhir, membuat dua kecamatan di Lamandau diterjang banjir sejak Jumat (10/3/2023) malam. Dua kecamatan dimaksud, yakni Kecamatan Bulik Timur dan Kecamatan Batang Kawa.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Lamandau Gustoni, yang dikonfirmasi awak media, Senin (13/3/2023), menyebutkan, durasi dan intensitas hujan cukup tinggi sekitar 5 sampai 6 jam di dua kecamatan, menyebabkan meluapnya Sungai Bulik dan Batang Kawa, sehingga merendam pemukiman warga.
“Sabtu (11/3/2023) lalu, kami telah melakukan monitoring ke lapangan. Hasil laporan dari lapangan, di wilayah Kecamatan Bulik Timur terdapat 58 KK dengan 298 jiwa yang terdampak di Desa Pedongatan, merendam satu fasilitas umum, dan tiga fasilitas sosial. Untuk di Kecamatan Batang Kawa, terdapat 8 KK dengan 31 jiwa terdampak di Desa Mengkalang, dan dan tiga KK dengan 11 jiwa di Desa Kinipan,” sebutnya.
Terakhir pada Minggu (12/3/2023), lanjut Gustoni, dilaporkan di Desa Pedongatan kondisi air masih terus bertambah dengan ketinggian air di perumahan penduduk sekitar 100 cm, dan kondisi visual cuaca berawan. Sedangkan di Desa Mengkalang dan Desa Kinipan, kondisi banjir sudah surut, namun cuaca tampak masih mendung.
“Selain monitoring, kita juga mengirim bantuan untuk menyelamatkan harta benda warga agar tidak terendam banjir. Mengingat kondisi cuaca yang diprediksi masih akan sering turun hujan dalam sepekan ke depan, diimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih waspada. Khususnya yang tinggal di bantaran sungai dan daerah rawan banjir, karena setelah banjir di hulu biasanya akan diikuti banjir di wilayah hilir sungai,” pungkasnya.
Terpantau pada Senin (13/3/2023) pagi Tinggi Muka Air (TMA) DAS Lamandau pada STA Pantau Dermaga Batu Bisa, berada pada level 620 cm, yakni mulai level Siaga I. Di mana air, mengalami kenaikan 102 cm hanya dalam satu malam. (ta/red2)










