KUALA KURUN, inikalteng.com – Kabupaten Gunung Mas (Gumas) melalui Dinas Pertanian setempat menargetkan di 2022 mampu menanam jagung seluas 200 hektare. Hal ini sesuai dengan program pemerintah pusat yang menjadikan sektor pertanian sebagai program strategis guna tercapainya swasembada pangan nasional.
“Pada tahun 2022 mendatang, kami akan menargetkan sasaran tanam jagung 200 hektare. Tentunya hal ini akan di pastikan adanya peningkatan indek tanam menjadi 2 kali dalam setahun,” ujar Kepala Dinas Pertanian Gumas Letus Guntur saat dikonfirmasi, Selasa (14/12/2021).
Selain itu, ditambahkan dia, penyediaan alat giling jagung juga diperlukan, guna peningkatan nilai ekonomi produksi jagung hibrida. Saat ini pihaknya terus mengupayakan peningkatan keterampilan petani dalam penanganan panen dan pasca panen untuk menghasilkan jagung yang berkualitas.
Kemudian disampaikan, pada 2021 target sasaran pengembangan Jagung Hibrida di Kabupaten Gumas seluas 300 hektare yang dialokasikan pada 8 Kecamatan dari 19 desa dan 6 kelurahan kepada 32 kelompok tani. Bahkan harga jual jagung hibrida di tingkat petani adalah Rp3500/kg pada kadar air 15 hingga 16 persen.
Sedangkan addvokasi yang sudah dilaksanakan berupa bantuan pengolahan lahan, bantuan penyediaan saprodi (benih, pupuk, insektisida dan herbisida), pendampingan teknis oleh PPL, dan penyiapan alsintan prapanen hingga pasca panen.
Dalam progres pengembangan jagung hibrida per 12 Desember 2021 produksinya rata 3 ton/ hektare, dengan produksi 195 ton dengan luas tanam 274 hektar, dan tingkat produktivitas 49 hektar. Sementara pada 2020 terjadi Carry Over sebanyak 48 ton, sisanya saat ini masih terus dilakukan percepatan tanam, jelasnya.
“Walau di tengah pandemi covid-19, kami tetap meningkatkan tanam dan produktivitas. Hal ini sebagai upaya bersama untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri sebagai pengganti nasi. Petani Jagung tidak boleh melemah. Dalam keadaan apapun pertanian kita harus tangguh,” harap Letus Guntur.(hy/red4)










