Sering Rusak, Jembatan Kapten Mulyono Harus Dibangun Permanen

SAMPIT, inikalteng.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berencana mengganti atau membangun ulang jembatan yang ada di Jalan Kapten Mulyono Sampit pada tahun 2023 nanti. Sebab, jembatan tersebut sudah beberapa kali mengalami kerusakan dan dilakukan perbaikan terutama pada bagian lantainya yang terbuat dari kayu ulin. Apalagi jembatan tersebut setiap hari selalu dilewati oleh angkutan berat pengangkut Crude Palm Oil (CPO).

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Kotim H Bunyamin sangat mendukung rencana pembangunan ulang jembatan tersebut. Namun, harus diingat pembangunannya harus permanen, karena kendaraan yang melintas semakin banyak dan kapasitasnya juga semakin bertambah. Apalagi yang sering melintas truk angkutan berat.

“Pemicu kerusakan jembatan itu adalah banyaknya truk angkutan berat seperti CPO ataupun lainnya yang melintas. Jembatan berlantai kayu ulin itu menjadi salah satu akses menuju dan dari Pelabuhan Bagendang, sehingga sudah sering rusak,” kata Bunyamin di Sampit, Senin (1/8/2022).

Menurutnya, kayu ulin yang digunakan untuk lantai jembatan itu diperkirakan hanya mampu menahan kendaraan bermuatan maksimal 8 ton, sesuai kemampuan jalan di daerah itu. Tetapi faktanya jembatan itu dilintasi truk-truk dengan muatan belasan ton sehingga cepat rusak, karena kayu ulin yang digunakan sebagai lantai jembatan sering patah. “Kami sangat mendukung agar jembatan itu dibangun ulang dengan konstruksi yang lebih kokoh dan permanen, agar bisa digunakan dalam waktu lama dengan jangka panjang,” ujar Bunyamin. (ya/red)

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini juga mengatakan, bahwa pemerintah daerah berencana akan membangun jembatan tersebut berukuran panjang 40 meter dan lebar 6 meter dengan kebutuhan dana sekitar Rp4,5 miliar.

“Kami Komisi IV DPRD Kabupaten Kotim siap untuk memperjuangkan anggaran pembangunan jembatan tersebut, dan diharapkan anggaran tersebut dapat disetujui bersama sehingga jembatan itu dapat dibangun pada 2023 nanti,” kata Bunyamin.(ya/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *