Safari Ramadhan di Kapuas Murung, Wiyatno Tegaskan Komitmen Pemerataan Pembangunan

Pemkab Kapuas500 Dilihat

KUALA KAPUAS, inikalteng.com – Bupati Kapuas, Muhammad Wiyatno, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendorong pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kabupaten Kapuas, termasuk di kawasan pedesaan.

Menurut Wiyatno, luasnya wilayah Kabupaten Kapuas yang terdiri dari 17 kecamatan serta 231 desa dan kelurahan menuntut adanya pengelolaan anggaran pembangunan yang proporsional dengan mempertimbangkan kebutuhan serta skala prioritas di masing-masing wilayah.

“Pembangunan harus dirasakan secara adil oleh seluruh masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah berupaya membagi anggaran pembangunan secara merata dengan tetap memperhatikan prioritas yang paling mendesak,” ujarnya di Kuala Kapuas, Selasa (10/3/2026).

Hal tersebut disampaikan Wiyatno saat menghadiri kegiatan Safari Ramadhan Pemerintah Kabupaten Kapuas 1447 Hijriah yang digelar di Masjid At-Taqwa Bumi Rahayu, Desa Bumi Rahayu, Kecamatan Kapuas Murung.

Ia menjelaskan, pembangunan infrastruktur dasar masih menjadi fokus pemerintah daerah, terutama peningkatan kualitas jalan dan jembatan yang menghubungkan desa maupun antar kecamatan. Infrastruktur tersebut dinilai sangat penting untuk memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendukung aktivitas perekonomian di daerah.

Selain itu, pemerintah daerah pada tahun 2026 kembali melanjutkan program pembangunan desa melalui kebijakan satu miliar satu desa. Program tersebut diharapkan mampu mempercepat pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tingkat desa.

Wiyatno menyampaikan bahwa pelaksanaan program tersebut direncanakan mulai berjalan setelah Hari Raya Idul Fitri, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat desa di Kabupaten Kapuas.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga berencana meninjau kondisi jembatan penghubung antara Desa Basuta Raya dan Desa Bumi Rahayu yang dinilai memiliki peran penting bagi aktivitas masyarakat setempat.

“Kita akan melihat langsung kondisi jembatan tersebut untuk memastikan apakah masih layak dilalui atau perlu dilakukan perbaikan,” kata Wiyatno.

Penulis: Sri
Editor: Adi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *