PALANGKA RAYA, inikalteng.com – Sekda Kalteng H Nuryakin, memimpin Rapat Evaluasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terhadap Inflasi Kalteng Agustus 2022, bertempat di Ruang Rapat Bajakah, Kantor Gubernur Kalteng, Jumat (2/9/2022).
H Nuryakin dalam Rapat Evaluasi, mengajak seluruh TPID di Kalteng berkomitmen melakukan upaya pengendalian inflasi daerah. Pasalnya, Kalteng sudah termasuk menjadi salah satu bintang yang diundang langsung ke Jakarta oleh Menko Perekonomian. Tentunya hal itu menjadi komitmen bersama, untuk mempersempit ataupun melakukan upaya-upaya perbaikan dengan keadaan yang saat ini perlu disikapi bersama.
Dia mengungkapkan, Gubernur Kalteng juga telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Pertanian dan pihak terkait, berkaitan dengan beberapa bahan pokok yang langka atau pasokannya antar kabupaten atau provinsi, perlu penyesuaian.
Tidak itu saja, dalam rangka menurunkan inflasi di Kalteng, akan dilakukan peluncuran pembagian bibit cabe kepada Kades atau Lurah di Barsel, pada Minggu (4/9/2022), yaitu Gerakan Sekuyan Lombok. Selain itu di Barsel, juga akan digelar Pasar Murah, selanjutnya di Palangka Raya dan Sampit.
Di tempat yang sama, Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko, memaparkan terkait inflasi/deflasi Kalteng Juli terhadap Agustus 2022. Inflasi tahun kalender 2022 pada Juli 2022 terhadap Desember 2021 sebesar 4,71 persen, dan inflasi tahun ke tahun pada Juli 2022 terhadap Juli 2021 sebesar 6,79 persen.
Sementara itu inflasi tahun kalender 2022, yakni Agustus 2022 terhadap Desember 2021 sebesar 4,70 persen, dan inflasi tahun ke tahun pada Agustus 2022 terhadap Agustus 2021 sebesar 6,94 persen.
Disebutkan, andil komoditas terhadap inflasi periode Juli – Agustus 2022 di Palangka Raya, pada Juli 2022 disebabkan angkutan udara, bawang merah, beras, pasir, dan cabai rawit, serta pada Agustus disebabkan oleh beras, bahan bakar rumah tangga, semangka, solar, dan semen. Sedangkan andil komoditas terhadap inflasi periode Juli – Agustus 2022 di Sampit, pada Juli disebabkan oleh ikan tongkol/ambu-ambu, tomat, ikan nila, bawang merah, dan bahan bakar rumah tangga, serta pada Agustus disebabkan oleh SMP, bahan bakar rumah tangga, beras, pelumas/oli mesin, dan ikan selar.
Untuk diketahui, Rapat Evaluasi itu sebagai tindak lanjut Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) dan TPID, atas undangan Menko Perekonomian RI Airlangga Hartarto kepada Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran, di Ruang Rapat Loka Kretagama, Gedung Ali Wardhana, Jakarta Pusat, Kamis (1/9/2022).
Di mana dalam Rakortas tersebut, dihadiri langsung Wakil Gubernur (Wagub) Kalteng H Edy Pratowo atas arahan Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran, yang menyampaikan kebijakan serta langkah-langkah yang dilakukan Pemprov Kalteng dalam rangka menurunkan inflasi di bawah 5 (lima) persen sampai akhir 2022 mendatang. (ka/red2)






