Ratusan Kades se-Kabupaten Kapuas Ikuti Pelatihan di Kemhan RI

Pemkab Kapuas340 Dilihat

KUALA KAPUAS, inikalteng.com – Sebanyak 185 Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Kapuas, mengikuti Pelatihan Kepemimpinan dan Bela Negara di Pusdiklat Bela Negara Badan Diklat Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.

“Atas nama Pemkab Kapuas menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada Pusdiklat Bela Negara Badiklat Kemhan RI yang telah menerima dan memfasilitasi kegiatan ini, sehingga bisa terlaksana dengan baik,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan, Masyarakat dan Desa (DPMD) Kapuas, Budi Kurniawan, di Pusdiklat, Selasa (29/4/2025).

Melalui kegiatan ini, harapannya para Kades di kabupaten setempat, dapat memiliki wawasan dan cara pandang yang baru dalam memimpin di desa yang dilandasi dengan semangat kebangsaan yang tinggi, disiplin yang kuat serta karakter yang tangguh guna menyelesaikan permasalahan di desa yang dipimpinnya.

Nantinya setelah selesai pendidikan dan pelatihan ini, semua peserta yang dinyatakan lulus akan mendapatkan sertifikat pelatihan yang dikeluarkan oleh Badiklat Kemhan RI dan berhak menyandang brevet Bela Negara.

“Semoga setelah selesai mengikuti pendidikan ini, para kepala desa di Kabupaten Kapuas memiliki wawasan dan cara pandang yang baru dalam memimpin desa mereka,” harapnya.

Sementara sebelumnya, Kabadiklat Kemhan RI Mayjen TNI Zainul Arifin, melalui Kapusdiklat Bela Negara Brigjen TNI  Ketut Gede Wedan Pastia, menyampaikan bahwa Diklat Kepemimpinan dan Bela Negara bagi kepala desa ini diinisiasi oleh Pemkab Kapuas.

“Ini adalah yang pertama se-Indonesia dan pesertanya akan menjadi angkatan pertama untuk Diklat Kades se Indonesia,” kata Brigjen TNI  Ketut Gede Wedan Pastia.

Menurutnya, kegiatan ini sangat penting dalam rangka membentuk karakter kepemimpinan yang kuat, disiplin, tangguh dan berjiwa nasionalisme tinggi.

Sesuai dengan Asta Cita Kabinet Merah Putih dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yakni Asta Cita pertama yakni memperkokoh ideologi pancasila, demokrasi dan Hak Asasi Manusia (HAM).

Apalagi, sambungnya, kepala desa adalah unsur penyelenggara pemerintahan terdepan yang langsung bersentuhan dengan kepentingan rakyat yang memiliki kewenangan yang sangat luas.

“Saat ini semangat kebangsaan kita sedikit banyak tergerus oleh globalisasi, modernisasi termasuk proses demokratisasi sampai ke level desa yang tidak jarang melahirkan pemimpin-pemimpin yang hanya peduli kepada kepentingan segolongan tertentu. Oleh karena itu,  Diklat ini sangat penting untuk meneguhkan kembali komitmen dan semangat kita sebagai sebuah bangsa besar,” katanya.

Penulis : Sri
Editor : Adinata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *