OJK Kalteng dan Mitra Gelar Kegiatan Pasca Inkubasi Desa EKI di Sukamara

Ekonomi, Sukamara449 Dilihat

SUKAMARA, inikalteng.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Sukamara menggelar kegiatan Pasca Inkubasi Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) di Desa Sungai Bundung, Kabupaten Sukamara. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari upaya pengembangan inklusi keuangan di tingkat desa untuk mendukung kemandirian ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Kegiatan yang digelar pada pekan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk perangkat desa, perwakilan masyarakat, PT BPD Kalteng Kantor Cabang Sukamara, BPR Artha Sukamara, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pangkalan Bun, serta jajaran TPAKD Kabupaten Sukamara.

Kepala Desa Sungai Bundung, Ahmad Saini, menyampaikan apresiasi terhadap kesinambungan program Desa EKI yang telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Melalui program ini, masyarakat kami tidak hanya mendapatkan akses layanan keuangan, tetapi juga dukungan dalam mengembangkan usaha berbasis potensi lokal. Kami berharap langkah ini terus diperkuat agar desa semakin mandiri dan produktif,” ujar Ahmad.

Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah yang diwakili oleh Deputi Kepala OJK, Andrianto Suhada, menegaskan bahwa kegiatan pasca inkubasi merupakan bagian penting dalam menjaga kesinambungan program EKI.

“Program ini tidak berhenti pada tahap inkubasi saja, tetapi harus terus didorong agar mampu memberikan manfaat jangka panjang. OJK berkomitmen mendukung penguatan kapasitas desa dalam memanfaatkan akses keuangan secara produktif dan berkelanjutan,” jelas Andrianto.

Hal senada juga disampaikan oleh Asisten I Setda Kabupaten Sukamara, Yofi Yudistira, yang hadir mewakili Bupati Sukamara. Menurutnya, inklusi keuangan menjadi salah satu prioritas daerah dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi desa.

“Program ini selaras dengan upaya pemerintah daerah mendorong ekonomi berbasis potensi lokal. Akses keuangan yang mudah diharapkan membuka peluang usaha baru, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat ketahanan ekonomi desa,” terangnya.

Kegiatan ini dikemas dalam bentuk dialog dan diskusi terbuka antara masyarakat Desa Sungai Bundung dengan para pemangku kepentingan. Salah satu aspirasi yang mengemuka datang dari kelompok usaha perikanan, yang menginginkan akses ke produk keuangan yang sesuai dengan kebutuhan produksi mereka, serta dukungan pemasaran hasil usaha agar mampu menjangkau pasar lebih luas dengan harga yang kompetitif.

Melalui kegiatan ini, OJK, TPAKD, dan para mitra strategis berupaya memperkuat peran inklusi keuangan sebagai penggerak pembangunan ekonomi lokal. Selain meningkatkan akses layanan keuangan, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong lahirnya usaha produktif yang berdaya saing di tingkat desa.

Editor: Adinata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *