Mura Raih Penghargaan WTP 2020 dari Kemenkeu RI

PURUK CAHU, inikalteng.com – Pemerintah Kabupaten Murung Raya (Mura) mengikuti secara virtual Rakernas Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah tahun 2021, bertempat di aula A, Kantor Bupati Murung Raya (Mura), Selasa (14/9/2021).

Hadir dalam acara ini Sekretaris Daerah Mura Hermon mewakili Bupati Mura Perdie M Yoseph, didampingi Plt Inspektur Rudy Roy, Plt Kepala BPKAD Ernawati dan pegawai terkait lainnya.

Puncak Rakernas dibuka Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati yang mengusung tema “Bangkitkan Ekonomi, Pulihkan Negeri, Bersama Hadapi Pandemi”.  Acara digelar online melalui video conference dari Kantor Kemenkeu RI, Jakarta, diikuti oleh seluruh kepala daerah se-Indonesia.

Sekda Mura Hermon mengatakan, rangkaian acara antara lain pemberian penghargaan terhadap daerah yang meraih predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) tahun 2020, WTP 5 kali berturut turut, WTP 10 kali berturut turut, dan WTP 15 kali berturut turut dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia.

“Untuk Kabupaten Mura mendapat penghargaan WTP tahun 2020 (WTP minimal 5 kali berturut-turut) bersama 365 Kabupaten di Indonesia,” ujar Hermon.

Dengan penghargaan ini lanjutnya, menunjukan pengelolaan keuangan Pemkab Mura secara akuntabel dan transparan. Diharapkan apa yang telah diraih Pemkab Mura terus ditingkatkan.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Ibu Menteri yang telah memberikan penghargaan ini. Semoga memotivasi kami bekerja lebih baik lagi ke depannya,” pungkas Hermon.

Sementara itu Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan pemerintah baik pusat maupun daerah akan terus menjaga akuntabilitas keuangan negara dalam rangka penanganan pandemi Covid-19. Dengan melibatkan para penegak hukum meliputi Polri, Kejaksaan Agung, KPK, BPK RI, BPKP dan LKPP.

“Pemerintah bekerja keras menggunakan instrumen APBN untuk meringankan dan memulihkan ekonomi. Kita menggunakan resources ini harus dipertanggungjawabkan,” kata Menkeu.

Sri Mulyani tidak memungkiri bahwa mengatur keuangan negara di tengah krisis sangat tidak mudah, mengingat banyak Kementerian/Lembaga yang secara tiba-tiba harus dilakukan refocusing terhadap anggarannya.

Meski demikian, Kementerian/Lembaga dan pemerintah daerah telah mampu melewati tantangan dalam menjaga akuntabilitas keuangan negara pada tahun lalu. Opini WTP turut diberikan kepada 486 pemerintah daerah (pemda) dari 542 pemda atau 89,7 persen yang terdiri dari 33 provinsi, 88 pemerintah kota, dan 365 pemerintah kabupaten. (dy/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *