OJK Kalteng Dorong Ekosistem Buah Naga Terintegrasi

PALANGKA RAYA, inikalteng.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah terus mendorong pengembangan ekonomi daerah berbasis komoditas unggulan. Salah satunya melalui pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) untuk komoditas buah naga di Kota Palangka Raya yang dilaksanakan pada Jumat (24/4/2026) lalu.

Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap inisiatif Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam pengembangan Kampung UMKM Buah Naga di Desa Misik, Kelurahan Kalampangan, yang diluncurkan pada Desember 2025. Selain itu, langkah ini juga menjadi bagian dari implementasi Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

Sebagai sentra produksi, Kampung UMKM Buah Naga Kalampangan dinilai memiliki prospek yang menjanjikan. Saat ini, luas lahan tanam mencapai sekitar 150 hektare dan berpotensi dikembangkan hingga 300 hektare. Sekitar 120 petani terlibat dalam budidaya dengan tingkat produktivitas mencapai 1.000 kilogram per hektare.

Dukungan pembiayaan juga terus menguat. Hingga kini, penyaluran kredit oleh LJK kepada petani buah naga telah mencapai Rp6,6 miliar, dengan peluang peningkatan yang masih terbuka.

Di sisi hilir, Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Kalimantan Tengah menyatakan kesiapan untuk menyerap hasil produksi petani sebagai bagian dari program pangan yang dijalankan. Sementara itu, sektor perhotelan juga mulai dilibatkan, salah satunya M Bahalap Hotel Palangka Raya yang siap memanfaatkan buah lokal sebagai bentuk dukungan terhadap pariwisata berbasis produk daerah.

Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, dalam sambutannya menegaskan bahwa keberhasilan program PED sangat ditentukan oleh penguatan ekosistem usaha yang terintegrasi.

“Penetapan offtaker atau agregator yang kredibel menjadi langkah awal untuk menjamin kepastian pasar. Hal ini perlu diperkuat dengan akses business-to-business, dukungan pembiayaan berkelanjutan, serta sinergi lintas sektor,” ujarnya.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Darliansjah, menekankan pentingnya kolaborasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

“Melalui penguatan peran sektor jasa keuangan dan kolaborasi lintas sektor, kita ingin memastikan pertumbuhan ekonomi dapat memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Di sisi lain, Kepala BGN Regional Kalimantan Tengah, Elisa Agustino, menyampaikan bahwa program yang dijalankan pihaknya memiliki potensi besar sebagai offtaker bagi hasil produksi petani lokal.

“Dengan kebutuhan bahan baku yang besar dan berkelanjutan, peluang bagi petani untuk menjadi pemasok utama sangat terbuka. Karena itu, diperlukan penguatan koordinasi agar ketersediaan pasokan tetap terjaga,” tuturnya.

Melalui FGD ini, diharapkan pengembangan komoditas buah naga di Kalampangan dapat berjalan lebih terarah, terintegrasi, dan berkelanjutan, sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Kalimantan Tengah.

Penulis/editor: Adinata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *