Ketua DPRD Kotim Prihatin Aksi Kekerasan Geng Motor di Sampit

SAMPIT, inikalteng.com – Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rinie Anderson mengaku sangat terkejut dengan ulah sekelompok preman bermotor yang muncul di Kota Sampit, belum lama ini. Mereka bahkan mengeroyok seorang Satpam di Jalan HM Arsyad Sampit. Rinie mengutuk keras ulah oknum geng motor tersebut.

“Jelas itu perbuatan kriminal, tindak pidana. Saya dukung agar pelaku bisa diproses hukum, karena telah melakukan aksi brutal di Kota Sampit ini,” kata Rinie, kemarin.

Dikatakan, aksi premanisme oleh geng motor itu pertama kali dia dengar terjadi di Kota Sampit. Hal itu harus mendapatkan penanganan serius pihak aparat keamanan, agar jangan sampai tumbuh dan berkembang di daerah. Karena akan mengganggu kondusifitas daerah sekaligus dapat menjadi ancaman bagi pengendara pada malam hari.

Ilustrasi

“Yang jelas, Kotim harus aman. Jangan ada geng motor dan lain sebagainya yang semaunya memukul orang. Kami mendukung aparat kepolisian untuk menindak para pelaku,” tegas Rinie.

Politisi PDI Perjuangan tersebut juga mengakui kerap menemukan aksi balapan liar di jalanan pada malam hari. Karena itu, dia juga mendorong agar organisasi yang menuangi urusan balapan harus menyikapi fenomena demikian. “Harusnya kalau balapan jangan di jalan umum. Pemerintah sudah menyiapkan arena balap, jadi tunggu saja arena itu selesai,” ujarnya.

Sebelumnya, Slamet Riyadi (24), seorang Satpam di Wisma Kahayan, Jalan HM Arsyad, Kelurahan Mentawa Baru Hilir, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit, menjadi korban pengeroyokan puluhan orang geng motor.

Aksi pengeroyokan itu terjadi pada Selasa (20/7/2021) dini hari. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka-luka di bagian bawah pelipis mata, pinggang, kaki, dan lutut.  Dari pengakuan korban, para pelaku balap liar yang mengeroyoknya tersebut berjumlah sekitar 30 orang lebih. Mereka menyerang secara membabi buta. Bahkan saat korban lari, banyak yang mengejar menggunakan motor hingga menabrak korban. (ya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *