Ini Rincian APBD Perubahan Kotim 2021

SAMPIT, inikalteng.com – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tahun anggaran 2021 setelah diaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, terjadi Silpa (sisa lebih pembiayaan anggaran) hingga Rp1 miliar lebih. Berdasarkan anggaran lalu, pendapatan sebesar Rp1.996.883.474.600,00, belanja dan transfer Rp1.998.156.482.325,00, penerimaan pembiayaan Rp137.315.472.485,97, pengeluaran pembiayaan Rp10.890.000.000,00 dan Silpa Rp125.152.464.760,97.

“Berdasarkan hasil kerja yang kita capai selama tahun 2021, dapat diuraikan untuk realisasi pendapatan sebesar Rp1.878.720.479.018,77 atau 94,08% (kurang 5,92% dari target),” kata Bupati Kotim Halikinnor di Sampit, Selasa (21/6/2022).

Untuk realisasi belanja dan transfer sebesar Rp1.805.455.157.236,71 dengan persentasi sebesar 90,36% (kurang 9,64% dari target). Surplus/defisit sebesar Rp73.265.321.782,06, realisasi penerimaan pembiayaan Rp137.315.472.485,97, realisasi pengeluaraan pembiayaan Rp10.890.000.000,00, realisasi pembiayaan netto Rp126.425.472.485,97, silpa Rp199.690.794.268,03.

“Untuk pendapatan asli daerah (PAD), realisasinya sebesar Rp327.428.110.782,86 atau 66,29% atau kurang 33,71% dari target sebesar Rp493.960.674,00,” kata Halikinnor.

Rincian, yakni realisasi pajak daerah sebesar Rp65.511.600.606,00 dengan prosentase 19,61% atau kurang 80,39% dari target sebesar Rp334.035.039.821,00. Kemudian realisasi retribusi daerah sebesar Rp12.075.078.816,00 dengan prosentase 71,80% atau kurang 28,20% dari target sebesar Rp16.817.494.800,00. Realisasi pendapatan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp12.188.994.863,00 dengan prosentase100,85% atau lebih besar 0,85% dari target sebesae Rp12.086.047.918,00. Realisasi lain-lain PAD yang sah sebesar Rp237.652.436.497,86 dengan prosentase 181,38% dari target Rp131.021.893.135,00.

Realisasi pendapatan dana transfer (dana lerimbangan pusat) sebesar Rp1.209.377.948.248,00 dengan prosentase 107,42% atau lebih 7,42% dari target Rp1.125.876.868.000,00. Realisasi dana bagi hasil pajak provinsi Rp114.999.210.569,51 dengan prosentase79,75% atau kurang 20,25% dari target Rp144.207.664.926,00.
Lain-lain pendapatan yang sah sebesar Rp226.915.209.418,40 dengan prosentase 97,46% atau kurang 2,54% dari target Rp232.838.466.000,00. Sehingga dapat disimpulkan bahwa realisasi pendapatan secara keseluruhan sebesar Rp1.878.720.479.018,77 dengan prosentase 94,08% kurang 5,92% dari target Rp1.996.883.474.600,00.

Kemudian, lanjut Halikinnor, belanja dan transfer sebagaimana yang ditetapkan adalah Rp1.998.156.482.325,00 dan terealisasi sebesar Rp1.805.455.157.236,71 dengan prosentase 90,36% atau kurang 9,64% dengan rincian realisasi belanja operasional Rp1.270.907.334.157,80 dengan persentase 92,31% dari target Rp1.376.728.711.171,00. Realisasi belanja modal Rp271.533.027.519,91 dengan persentase 77,63% dari target Rp349.800.508.468,00. Realisasi belanja tidak terduga Rp2.190.473.053,00 dengan persentase 43,81% dari target Rp5.000.000.000,00. Transfer (bagi hasil ke desa dan bantuan keuangan) Rp260.824.322.506,00 dengan persentase 97,82% dari target Rp266.627.262.686,00.

“Realisasi penerimaan pembiayaan Rp137.315.472.485,97 dengan persentase 100% dari target Rp137.315.472.485,97. Sedangkan realisasi pengeluaran pembiayaan Rp10.890.000.000,00 dengan persentase 100% dari target Rp10.890.000.000,00,” pungkas Bupati Kotim. (ya/red1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *