oleh

Ini Keterangan Jubir Satgas Covid-19 Barut Terkait Akuan Pria Lumpuh Usai Vaksin

MUARA TEWEH, inikalteng.com – Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Barito Utara, Siswandoyo menyampai hasil investigasi terkait kasus dugaan lumpuh dialami Darsono (64), warga Wonorejo Muara Teweh pasca divaksin.

Menurutnya, kasus yang menimpa Darsono ini bukan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) vaksinasi Covid-19.

Siswandoyo menambahkan, investigasi tersebut dilakukan satgas bersama pihak RSUD Muara Teweh, Puskesmas dan pihak kepolisian terkait pasien tersebut yang mendapat vaksinasi COVID-19 pada 24 November 2021.

Vaksin diterima Darsono pada saat itu, yakni strazeneca dosis pertama. Penyuntikan vaksin dilakukan di arena terbuka Tiara Batara Muara Teweh, saat razia vaksin.

“Berdasarkan hasil data investigasi tim Satgas dapat disimpulkan bahwa kejadian tersebut adalah bukan KIPI vaksinasi Covid-19,” kata Siswandoyo, melalui rilisnya yang diterima di Muara Teweh, Minggu (6/2/2022) malam.

Saat dilakukan investigasi kondisi Darsono secara umum baik, pasien dapat menceritakan kronologi kejadian bahwa setelah pemberian vaksin pasien menyatakan keluhan nyeri lokal, kepala pusing, adanya pembengkakan sekitar penyuntikan.

Setelah dua hari keluhan pasien sudah berkurang, dan dua pekan kemudian pasien mengeluhkan sakit perut, tidak bisa BAB satu pekan, badan lemas tidak bisa berdiri tegak (bukan lumpuh) sehingga pasien dibawa ke IGD RSUD Muara Teweh dan dirawat sesuai kondisi terakhir/ keluhan pasien selama 10 hari.

Siswandoyo menjelaskan, ketika Darsono mendapat vaksinasi pada 24 November 2021 tersebut, memang setelah dinyatakan lolos screening. Kemudian yang bersangkutan pulang ke rumah dan menyampaikan ke istrinya kalau beliau habis divaksin di Tiara Batara, kemudian istrinya menyuruhnya langsung makan.

Baca Juga :  Peluncuran Lapangan Basket H2FM Banjir Dukungan

“Mengingat bahwa KIPI vaksinasi Covid-19 terjadi reaksi dalam waktu 1×24 jam, sedangkan pasien masuk rumah sakit dua pekan setelah pemberian vaksin tanpa gejala KIPI dengan diagnosa ileus obstructive (sumbatan pada usus). Jadi kejadian tersebut bukan KIPI vaksinasi Covid-19,” tegas Siswandoyo yang juga menjabat Kepala Dinas Kesehatan Barito Utara ini.

Setelah istirahat siang, Darsono kembali lagi ke tempat pekerjaannya sebagai tukang bangunan 1-2 jam, di lokasi pekerjaan dia merasakan lemas, pusing dan badan mulai tidak enak.

Kemudian ia langsung pulang, sesampai di rumah, Darsono minum obat paracetamol. Sampai menjelang malam, keluhan yang dirasakan Darsono tidak kunjung berkurang. Kemudian pihak keluarga berinisiatif memanggil mantri setempat.

Oleh mantri, Darsono diberi obat-obatan oral. Tiga hari setelah makan obat yang diberikan mantri, kondisi Darsono tak kunjung membaik. Kemudian pihak keluarga akhirnya memutuskan untuk memanggil mantri lagi, setelah mantri datang dan melakukan pemeriksaan, mantri menyampaikan bahwa tidak sanggup lagi mengobati Darsono dan menyarankan untuk dibawa ke RSUD Muara Teweh karena saat itu perut Darsono sudah mengeras dan kram.

Sesampai di rumah sakit Darsono dirawat selama kurang lebih 10 hari, kemudian pada 23 Desember 2021, Darsono pulang dari rumah sakit dan dianjurkan untuk kontrol ulang. Sempat kontrol ke rumah sakit untuk yang pertama dan dianjurkan lagi untuk kontrol ulang.

Baca Juga :  Pemerintah Perketat Skrining Cegah Masuknya Varian Baru

Saat kontrol ulang yang berikutnya keluarga Darsono tidak mengambil obat lagi karena saat itu oleh petugas di rumah sakit menyampaikan kalau kartu BPJS Darsono sudah tidak aktif. Kemudian pihak keluarga pulang tanpa menebus obat.

Sampai dengan penelusuran yang dilakukan oleh tim, Darsono tidak mengonsumsi obat yang dianjurkan dokter lagi karena tidak bisa menebus obat, jadi ketika ia merasakan sakitnya kembali beliau hanya mengonsumsi obat mixagrip.

“Dan selama kejadian tersebut pihak puskesmas tidak ada mendapat laporan tentang kejadian ikutan pasca vaksinasi yang dialami oleh Darsono,” jelas Siswandoyo.

Ketika mendapat perawatan di RSUD Muara Teweh yang ditangani Spesialis Penyakit Dalam, pasien masuk 13 Desember 2021 dengan keluhan tidak bisa BAB selama sepekan, tidak bisa kentut tiga hari.

Pasien tersebut mendapat perawatan di ruang bedah dengan diagnosis ileus obstructive (sumbatan pada usus) yang dirawat oleh dokter bedah, dan kemudian dirawat bersama Spesialis Penyakit Dalam dan Spesialis Penyakit Jantung, dengan diagnosis Infeksi General/ Sepsis, Kelainan Ginjal/ Accute Kidney Injury (AKI) dan Kelainan Jantung/ Atrial Fibrilasi (AF).

Sebelumnya,diberitakan Darsono (64) mengaku bahwa dirinya sempat lumpuh setelah vaksin, beberapa waktu lalu.

Saat itu, kata Darsono, pada tanggal 13 Desember 2021, sehabis kerja ia melintas Jalan A.Yani mau ke Samsat untuk perpanjangan surat sepeda motornya kebetulan ada razia oleh tim gabungan satgas COVID-19.

Baca Juga :  Gubernur Salurkan Bantuan Puluhan Ribu Masker untuk Kabupaten

Kemudian ditanya apakah sudah vaksin dan dijawab belum. Petugas kemudian menyuruhnya untuk vaksin di Tiara Batara dekat lokasi razia namun di jawab oleh kalau dirinya masih kelelahan habis kerja.

“Saat mau di vaksin saya katakan bahwa saya masih kelelahan habis kerja bangunan namun di jawab petugas tidak apa-apa, ” kata Darsono.

Kemudian vaksinpun dilakukan dan tidak lama kemudian menurutnya, lengan kanan yang di suntik langsung bengkak dan kepala terasa mau pecah.

Dirinya pun dilarikan ke RSUD Muara Teweh dan langsung dapat penanganan oleh tim medis.

Hingga sekarang keadaan pria yang bisa di panggil Pak De, masih terlihat lemah setelah keluar dari rumah sakit umum.

Dikatakan,  Pak De meski masuk dalam pelayanan BPJS Kesehatan namun tetap selama di rawat di Rumah Sakit kurang lebih puluhan juta rupiah pun melayang untuk pengeluaran lain.

“Saya tak menuntut apa-apa kepada pemerintah daerah atau tim Satgas Covid – 19 namun kedepan hendaknya jangan melakukan vaksin secara paksa kepada masyarakat karena kondisi fisik seseorang tidak sama, ” ucap pria paru baya dengan mata berkaca – kaca.

Lihat saja efek dari dari vaksinasi tersebut, dulu badan saya sehat, masih bisa bekerja bal, kini untuk berjalanpun sulit dan badan kurus kering, tambahnya sambil memperlihatkan badan kepada media ini, (mhd/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA