PALANGKA RAYA, inikalteng.com – Pasca tersebarnya kabar tertabraknya Fender (pengaman tiang) Jembatan Kalahien, Kabupaten Barito Selatan (Barsel), yang diduga tertabrak tongkang pengangkut batubara milik KM TB Herlina, pada Rabu (1/2/2023) petang, Pemprov Kalteng bergerak cepat menurunkan Tim Investigasi ke lapangan.
Kepada inikalteng.com via pesan WhatsApp, Rabu (1/2/2023) malam, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kalteng Yulindra Dedy, menegaskan, besok (Kamis, 2/2/2023) Tim Investigasi yang terdiri dari Dinas PUPR Kalteng, BPJN, dan BPTD XVI, akan turun ke lokasi kejadian tertabraknya Fender Jembatan Kalahien.
“Sesuai Perda 8/2015, akan segera dilakukan investigasi ke lapangan bersama pihak terkait. Besok tim sudah ke lapangan, termasuk juga meminta keterangan kepada pihak UPP Rangga Ilung sebagai UPT Ditjen Laut di Barsel,” ungkapnya.

Yulindra Dedy, menambahkan, UPP Rangga Ilung sangat terkait dengan kewenangan keselamatan pelayaran. Termasuk di dalamnya adalah Dokumen Olah Gerak Kapal yang dikeluarkan UPP Rangga Ilung, apakah sudah sesuai dengan ketentuan.
Seperti diketahui, berdasarkan informasi berupa video dan foto yang beredar di berbagai WhatsApp Grup, Rabu (1/2/2023) malam, Fender Jembatan Kalahien tertabrak tongkang diduga milik KM TB Herlina saat melintasi bawah jembatan yang menghubungkan antara Palangka Raya dengan sejumlah kabupaten di wilayah DAS Barito ini.
Diduga akibat derasnya arus air, tongkang yang sarat muatan batubara yang ditarik KM TB Herlina tidak dapat dikendalikan, sehingga bagian samping depan tongkang menabrak Fender hingga roboh. Namun beruntung, kejadian tersebut tidak sampai menghantam tiang utama jembatan. (ka/red2)










