oleh

Gaji Turun Drastis, Kepala Cabang BMT UGT Nusantara Bobol Brankas di Kantornya

KASONGAN,inikalteng.com – Polres Katingan menggelar perkara kasus pembobolan brankas Kantor Koperasi BMT UGT Nusantara yang terletak, Kamis (22/4/2021) di Halaman Mapolres setempat di Desa Hampalit, Kecamatan Katingan Hilir, Kabupaten Katingan.

Kapolres Katingan AKBP Andri Siswan Ansyah menjelaskan, kasus pembobolan berangkas koperasi BMT UGT Nusantara terjadi pada Minggu (18/4/2021) di Kantor BMT UGT Nusantara di Jalan Tjilik Riwit kilometer 15, RT 1, Desa Hampalit, Kecamatan Katingan Hilir, Kabupaten Katingan.

Awal mulanya, ungkap Kapolres, gedung Kantor Koperasi BMT UGT Nusantara mengalami kebakaran, dari kejauhan terlihat kepulan asap yang sangat tebal dari arah kantor. Kemudian, Imansyah Saputra seorang karyawan di koperasi tersebut memberitahukan peristiwa itu kepada Akhmad Rifki selaku Kepala Cabang Koperasi BMT UGT Nusantara. Kedua orang itu pun bersama-sama menuju kantor.

Baca Juga :  Puluhan Mahasiswa Asal Kalteng di Malang Berharap Perhatian Daerah

Setibanya dikantor koperasi Imansyah Saputra langsung melakukan pengecekan kedalam kantor. Dia tiba-tiba berteriak “Maling..Maling” karena pada saat itu kondisi brankas terbuka. Apalagi isi berangkas berupa uang tunai dengan total Rp1,2 Miliar lebih, emas seberat 15 Gram dan Buku Tabungan BRI milik Kantor koperasi BMT UGT Nusantara atas nama Khaerudin engan saldo kurang lebih Rp5.800.000 sudah tidak berada ditempatnya lagi.

“Dari hasil olah TKP serta di perolehnya bukti petunjuk, penyidik berkeyakinan bahwa peristiwa tersebut merupakan upaya menghilangkan jejak atau menggelabui aparat,” ungkap Kapolres.

Kemudian, lanjut Kapolres, Tim Penyidik Satreskrim yang dipimpin Kasat Reskrim Iptu Adhy Heriyanto melakukan pengembangan. Dengan berbekal bukti-bukti yang diperoleh di TKP, ditemukan titik terang siapa pelaku pencurian uang koperasi tersebut yang tidak lain adalah Kepala Cabang BMT UGT Nusantara sendiri yaitu Akhmad Rifki.

Baca Juga :  Kegiatan Belajar Mengajar Tetap Dilakukan Secara Daring

Selanjutnya, tim berkordinasi dengan unit Resmob Polda Kalteng untuk memback up penangkapan pelaku yang sedang berada Jalan Sesep Madu Kelurahan Jekan Raya Kota Palangka Raya. Setelah pelaku berhasil diamankan kemudian pelaku dibawa menuju lokasi tempat tinggal pelaku.

Pada saat dirumah pelaku polisi kembali melakukan introgasi terhadap pelaku dan pelaku mengakui perbuatannya tersebut kemudian pelaku memberitahukan dimana pelaku menyimpan barang bukti uang yang dicurinya.

“Uang tersebut disimpan pelaku di tempat tinggalnya di Kereng Pangi, Desa Hampalit. Kemudian petugas langsung menuju tempat tinggal pelaku yang berada dijalan Berdikari Gang Anugrah RT10 Desa Hampalit,” imbuh Kapolres.

Baca Juga :  Bupati Barut Kunjungi Posko Covid-19 di Km 12

Di dalam rumah pelaku, lanjut Kapolres,
petugas kepolisian menemukan tumpukkan uang sejumlah Rp1.239.541.000.- (satu miliar dua ratus tiga puluh sembilan juta lima ratu empat puluh satu ribu rupiah) yang disimpan diatas pariasi plapon rumah diruang tamu dan satu gelang emas seberat 19 gram yang disimpannya didalam kaleng bekas cat.

“Motif pelaku pencurian tersebut dikarenakan pelaku merasa sakit hati dengan pihak BMT UGT Nusantara dikarenakan penggurangan gaji pelaku selama beberapa bulan terakhir dari Rp10 juta setiap bulannya menjadi Rp4 juta,” jelas Kapolres.

Terhadap pelaku dijerat dengan perkara Tindak Pidana Pencurian Dengan Pemberatan sebagaimana di maksud dalam Pasal 363 ayat (1) ke 3e KUHP dengan ancaman hukuman kurungan selama 7 tahun. (red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA