BUNTOK, inikalteng.com – Para pengelola hotel di Kota Buntok, Kabupaten Barito Selatan (Barsel) dan sekitarnya, diingatkan agar tidak asal menerima tamu yang menginap. Hal itu demi menjaga nama baik daerah dan hotel itu sendiri.
Pesan ini disampaikan Anggota DPRD Barsel Bhaskarogra Basuki Dwiatmaja, setelah menerima laporan dan informasi bahwa prostitusi melalui aplikasi daring mulai menjamur di Kota Batuah ini.
“Jika ini memang terjadi, sungguh perbuatan tersebut merusak akhlak kita di daerah,” ucap Besbes, panggilan akrabnya, kepada awak media ini di Buntok, Kamis (21/10/2021).
Hal seperti itu, lanjutnya, kalau dibiarkan berkembang bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan seperti penyakit kelamin yang menular, baik itu HIV maupun raja singa. “Apalagi kita sekarang lagi mengalami pandemi covid-19,” ujar politisi muda Nasdem itu.
Besbes juga menyayangkan kebanyakan pihak hotel saat ini terkesan tidak selektif dalam memilah tamu yang menginap, hanya demi meningkatkan penghasilan hotelnya. “Mestinya, pihak hotel sendiri harus bisa lebih selektif dalam menerima tamu,” pintanya.
Dia juga berharap kepada pihak aparat penegak hukum, agar bisa jemput bola dengan berpatroli keliling secara rutin ke setiap hotel yang ada di Kota Buntok. “Kalau perlu, patroli ke setiap kamar tamu hotel, untuk mengecek identitas tamu satu per satu,” pinta Besbes. (hly)










