Daerah Rawan Banjir di Kotim Perlu Ada Antisipasi

Komisi III Dorong Pendirian Patok Debit Air dan Posko Pantau

SAMPIT – Bencana banjir tahunan yang terus terjadi di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), titik-titiknya sudah hampir bisa dipastikan. Di antaranya meliputi Kecamatan Antang Kalang, Telaga Antang, Cempaga Hulu, dan beberapa kecamatan lainnya.

Komisi III DPRD Kotim, Riskon Fabiansysh menilai, sudah semestinya ada upaya antisipasi oleh pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim.

Memang sebelumnya BPBD pernah mewacanakan untuk pembangunan patok debit air sungai di lokasi-lokasi rawan banjir, tetapi karena tidak ada anggaran, program tersebut belum bisa dilaksanakan. Untuk itu, kami Komisi III akan terus berupaya mendorong pembangunan itu, terutama di APBD 2021,” ungkap Riskon di Sampit, Senin (28/9/2020).

Kondisi banjir di salah satu desa di Kecamatan Cempaga Hulu, Kotim, yang setiap tahun selalu terjadi. Sehingga perlu ada upaya antisipasi.

Legislator Partai Golkar ini juga menilai, bukan hanya dalam bentuk patok debit air yang harus dibangun, melainkan perlu disiapkan posko titik pantau. Posko ini nantinya bisa dijadikan tempat pengawasan sekaligus gerak cepat bagi BPBD dalam memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat di daerah-daerah yang terdampak banjir.

“Iya dong, kalau perlu disiapkan posko titik pantau debit air, terutama di titik-titik rawan banjir. Sehingga masyarakat di lokasi rawan banjir bisa waspada sewaktu debit air sungai tinggi. Sedangkan untuk posko titik pantau debit air belum ada diprogramkan, itu murni dari kami yang nantinya didasari atas kajian. Karena itu memang perlu terutama untuk memaksimalkan pelayanan secara sosial,” jelasnya.

Pihaknya, lanjut Riskon, akan menyampaikan pokok pikiran tersebut dan akan membahasnya di internal Komisi III. Di samping itu, akan berkoordinasi dengan BPBD setelah ada kesimpulan dari internal komisi.

“Wajib kita lakukan pembahasan di internal, karena pokok pikiran dewan ini harus satu komisi. Apalagi ini berkaitan dengan antisipasi bencana alam. Kalau sudah ada hasil internal komisi, maka kita lanjutkan dengan koordinasi ke BPBD,” tukasnya.

Sementara di tempat terpisah, warga Desa Spayang, Kecamatan Antang Kalang, Weldrek mengatakan, kendatipun genangan air semakin surut, namun pada hari ini, Senin (28/9/2020), debit air naik. Hal itu terjadi paska hujan menguyuri Desa Spayang. Bahkan tampaknya ketinggian air terus meningkat dan tidak menutup kemungkinan banjir akan kembali terjadi.

“Baru saja hujan turun, air kembali naik dan sudah ada yang menggenangi rumah warga,” tukas Weldrek, yang juga Ketua RT O1 Desa Spayang.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *