SAMPIT, inikalteng.com – Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) H Bunyamin, mengharapkan pemeritah daerah setempat memberikan perlakuan khusus untuk desa-desa di wilayah pelosok Kotim. Sebab, masih banyak daerah pelosok hingga kini belum mendapatkan pelayanan maksimal karena kesulitan akses jalan darat.
“Pemerintah daerah harus bisa merencanakan pembangunan di setiap daerah yang dinilai masih terpencil, mana desa yang perlu diprioritaskan. S3hingga pemerataan pembangunan bisa berjalan dengan baik,” kata Bunyamin, Jumat (2/12/2022).
Dikatakan, desa terpencil yang aksesnya masih terbatas harus mendapat perlakuan khusus dan selalu dimonitor guna melihat secara langsung proses pembangunannya, baik yang sudah maupun yang baru akan dilaksanakan pada tahun 2023 nanti.
“Sesuai dengan pembagian porsi pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang menjadi penghubung antar desa saat ini masih sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah,” ujar Bunyamin.
Politisi PAN ini juga mengingatkan, bahwa untuk pembangunan infrastruktur yang menjadi penghubung antar desa masih tetap tanggung jawab pemerintah daerah. Sedangkan pemerintahan desa hanya berfokus kepada program pembangunan di dalam desa saja. Apalagi tahun 2023 pemerintah daerah memberikan anggaran untuk setiap desa sebesar Rp200 juta per desa di luar Dana Desa (DD) maupun Anggaran Dana Desa (ADD).
“Kami berharap ke depan desa terpencil bisa lebih mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Sehingga pembangunan dapat dirasakan oleh masyarakat dan roda perekonomian juga berjalan merata ke semua wilayah di Kotim ini,” kata Bunyamin. (ya/red1).










