Apple Ancam Hentikan Penjualan iPhone dan Produk Lain di Eropa Gara-Gara Capek Diatur Pemerintah

JAKARTA, inikalteng.com – Apple akhirnya mengambil langkah tegas menentang regulasi Digital Markets Act (DMA) yang dikeluarkan Komisi Eropa dan berlaku bagi perusahaan teknologi yang memasarkan produknya di wilayah Uni Eropa.
Bahkan, Apple mengancam akan menghentikan penjualan produk-produknya, termasuk iPhone, di pasar Eropa yang mencakup 27 negara.

Menurut Apple, aturan DMA dapat menurunkan kualitas pengalaman pengguna dalam menggunakan produk-produknya. Selain itu, perusahaan juga menilai ada potensi risiko keamanan yang lebih besar bagi para pengguna jika DMA tetap diberlakukan.

Sebagai catatan, DMA merupakan kebijakan yang membatasi ruang gerak perusahaan teknologi raksasa demi mencegah praktik monopoli. Salah satu ketentuannya adalah mewajibkan perusahaan besar untuk membuka akses produk dan layanan mereka kepada pihak lain.

Selama ini, Apple dikenal dengan ekosistem produknya yang tertutup dan eksklusif. Baru-baru ini, perusahaan itu menyatakan terpaksa menunda peluncuran sejumlah fitur, seperti live translation di AirPods yang bisa ditampilkan di layar iPhone maupun laptop.

Hal tersebut terjadi karena DMA mengharuskan Apple membuka akses fungsi serupa untuk perangkat non-Apple.

“DMA membuat banyak fitur yang seharusnya hadir justru tertunda di Uni Eropa. Akibatnya, pengalaman pengguna produk Apple di kawasan tersebut akan jauh tertinggal,” ujar Apple, dikutip dari The Guardian, Senin (29/9/2025).

Lebih jauh, Apple menuding kebijakan ini menciptakan persaingan yang tidak sehat. Pasalnya, aturan tersebut tidak berlaku bagi Samsung, yang merupakan produsen smartphone terbesar di Uni Eropa.

Salah satu kewajiban dalam DMA adalah membuka akses agar headphone pihak ketiga dapat terhubung dengan iPhone. Namun, Apple menilai ketentuan ini justru bisa menimbulkan masalah terhadap privasi pengguna.

Apple menegaskan DMA seharusnya dihapus atau minimal diganti dengan aturan yang lebih proporsional. Meski begitu, perusahaan belum merinci produk apa saja yang kemungkinan akan diblokir dari pasar Uni Eropa ke depan.

Namun, Apple Watch disebut-sebut menjadi salah satu perangkat yang tidak akan lagi dipasarkan di kawasan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *