Jakarta, Inikalteng.com – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Babakan, Kota Tangerang, Banten melibatkan narapidana atau warga binaan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Tangerang dalam operasional dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Berdasarkan keterangan dari Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Jumat (24/4), para warga binaan yang dilibatkan telah melalui proses seleksi ketat sebelum dapat bekerja di dapur MBG.
Head Chef SPPG Babakan, Chef Kuming, menyatakan bahwa para warga binaan yang terlibat bukan dipilih secara sembarangan karena telah melalui pemeriksaan menyeluruh, mulai dari aspek psikologis hingga kondisi kesehatan.
“Mereka ini bukan orang sembarangan, karena sudah melalui tes psikologi, kesehatan, dan berbagai tahapan seleksi lainnya secara ketat,” ujar Chef Kuming di lokasi, Kamis (23/4).
Ia menjelaskan bahwa seluruh warga binaan yang bertugas dipastikan dalam kondisi sehat, baik secara fisik maupun mental, sehingga aman untuk terlibat dalam kegiatan di dapur MBG.
Meski demikian, mereka tidak dilibatkan dalam proses memasak atau penyiapan makanan, serta tidak diperkenankan menggunakan alat tajam. Peran mereka terbatas pada kegiatan mencuci dan membersihkan ompreng.
“Jadi, mereka dipastikan tidak membawa penyakit dan tidak dalam kondisi gangguan mental,” tegasnya.
Chef Kuming juga mengungkapkan bahwa minat warga binaan untuk bekerja di dapur SPPG cukup tinggi. Namun, pihak lapas tetap melakukan seleksi lanjutan sebelum menentukan siapa yang layak ditempatkan.
“Banyak yang ingin bekerja di sini, tetapi tetap disaring kembali oleh pihak lapas, mulai dari sikap, kelayakan, hingga kondisi mentalnya. Jadi, mereka yang terpilih benar-benar melalui proses ketat,” ujarnya.
Selain faktor kesehatan dan mental, aspek keamanan juga menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan program ini.
Chef Kuming menyebut petugas lapas melakukan pengawasan secara intensif di area dapur, bahkan hingga malam hari, guna memastikan kegiatan berjalan aman.
“Petugas lapas sekitar empat hingga lima orang selalu berjaga, baik di pintu depan, belakang, maupun jendela. Jadi, insyaallah situasinya aman,” tutupnya. -red










