PALANGKA RAYA, inikalteng.com – Warga Jalan RTA Milono Komplek Perintis Permai Kilometer 5,5, RT 05/RW 15, Kota Palangka Raya melakukan aksi tanam pohon pisang di tengah jalan sebagai bentuk protes terhadap lambatnya perbaikan infrastruktur.
“Penanaman pohon pisang ini muncul karena sejak 2019 jalan kami hanya diberi pengerasan tanpa kelanjutan,” kata Ketua RT 05, Supriyanto, Selasa (11/11/2025).
Kondisi jalan yang masih berlubang dan selalu tergenang ketika hujan disebut warga menjadi alasan kuat untuk menyuarakan keluhan mereka.
“Setiap hujan, jalan berubah seperti kolam, dan tidak ada tindak lanjut dari pemerintah,” ucapnya.
Aksi penanaman pohon pisang dilakukan warga dan ketua RT sebagai simbol kekecewaan terhadap kurangnya perhatian pemerintah daerah maupun kota.
“Langkah ini kami ambil karena warga sudah terlalu lama menunggu perhatian yang tak kunjung datang,” ujarnya.
Panjang ruas jalan yang ditanami pisang mencapai sekitar satu kilometer, menggambarkan besarnya kekecewaan warga terhadap kondisi infrastruktur di wilayah tersebut.
“Total kurang lebih satu kilometer kami tanami pisang supaya jelas bahwa masalah ini tidak kecil,” tuturnya.
Supriyanto menegaskan pohon-pohon pisang itu tidak akan dicabut sebelum ada tanggapan resmi dan nyata dari pemerintah.
“Sampai ada tindakan dari pemerintah daerah atau kota, pohon pisang ini tetap berdiri, karena warga sudah lelah menunggu,” tutupnya.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ika






