KUALA KAPUAS, inikalteng.com – Dalam momentum peringatan Hari Jadi Ke-215 Kota Kuala Kapuas dan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-70 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas, yang jatuh pada 21 Maret 2021 lalu, Anggota DPRD Kabupaten Kapuas, Berinto berharap adanya pemerataan pembangunan di wilayah setempat.
“Bertambahnya usia daerah ini merupakan suatu hal yang membahagiakan dan bersejarah. Tetapi yang masih jadi perhatiannya terkait pemerataan pembangunan. Ini dapat menjadi refleksi dan evaluasi bersama,” ujar Berinto di Kuala Kapuas, Selasa (23/3/2021).
Ia juga berharap, supaya yang menikmati hasil pembangunan di Kapuas ini tidak hanya masyarakat yang berada di pusat kota saja, tetapi masyarakat yang ada di wilayah hulu dan pedalaman tentu harus diperhatikan oleh pemerintah. “Supaya rasa keadilan itu juga sampai ke pelosok dan pedalaman Kapuas,” sebutnya.
Legislator dari Dapil III Kapuas ini menegaskan, pemerataan pembangunan berhak dirasakan masyarakat, diantaranya yang tinggal di wilayah hulu Kabupaten Kapuas.
“Rasa keadilan itu tidak hanya dirasakan masyarakat di perkotaan, tapi masyarakat di pedalaman juga harus menjadi prioritas jangan ada kebijakan yang diskriminatif. Ini baru bicara infrastruktur jalan saja, apakah tidak diskriminatif bagi mereka yang ada di Masuparia dan Tumbang Bukoi,” lanjut Politisi Partai NasDem ini.
Sebab, lanjutnya, mereka yang berada di hulu Kapuas merupakan satu kesatuan bagian dari masyarakat Kabupaten Kapuas.
Selain itu, dia mencontohkan belum dirasakannya pemerataan pembangunan oleh warga di Desa Masuparia dan Desa Tumbang Bukoi, Kecamatan Mandau Telawang dan juga masyarakat di Mampai Jaya Kecamatan Kapuas Hulu.
“Realita hari ini, masyarakat di Masuparia di sana belum ada badan jalan. Jangankan jalan beraspal, badan jalanpun belum ada. Nah, untuk yang di Desa Tumbang Bukoi sudah ada badan jalan tapi belum fungsional tidak bisa dilewati, ini yang paling ujung yang saya sebut ini,” imbuhnya.
Politisi muda ini menuturkan, situasi pandemi Covid-19 ini juga bukan berarti menjadi alasan tidak adanya pemerataan pembangunan infrastruktur.
“Kita menyadari ini suasana pandemi, tapi jangan menjadi alasan mereka harus ditinggkalkan dalam program pembangunan,” pungkasnya. (sri/red)










