UPR Gelar Upacara Hari Sumpah Pemuda

Tujuh PNS Dianugerahi Tanda Kehormatan

PALANGKA RAYA, inikalteng.com – Upacara Peringatan Ke-93 Hari Sumpah Pemuda di lingkungan Universitas Palangka Raya (UPR) dilaksanakan secara daring dan luring, yang dipusatkan di Aula Rahan Rektorat UPR, Kamis, (28/10/2021).

Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi menjadi pembina upacara, dihadiri oleh jajaran pimpinan, wakil rektor, dekan, dosen, dan perwakilan mahasiswa UPR.

Pada rangkaian kegiatan Hari Sumpah Pemuda dengan tema “Bersatu, Bangkit dan Tumbuh” ini, juga dilaksanakan penyematan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya (TK SKS) kepada tujuh orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan UPR. Penganugerahan tanda kehormatan itu berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 33/TK/Tahun 2021, tertanggal 30 April 2021, masing-masing diberikan kepada Dr Andrie Elia SE MSi (TK SKS 30 tahun), Drs Bambang Mantikei Jaya Budi MSi (TK SKS 30 tahun), Hotlan Parhusip (TK SKS 30 tahun), Drs Suhartono MSi (TK SKS 20 tahun), Rusdiana SE (TK SKS 20 tahun), Dr Roby Sambung SE MM (TK SKS 10 tahun), dan Arius Galvarie Menggang SE MPd (TK SKS 10 tahun).

Pada kesempatan ini, Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali. Dikatakan, bahwa hanya dengan persatuan kita dapat mewujudkan cita-cita bangsa. Tema Bersatu, Bangkit dan Tumbuh ini, bagi pemuda menjadi penting. Karena di tangan pemudalah kita berharap Indonesia bisa bangkit dari keterpurukan akibat pandemi dan melangkah lebih maju untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

“Tugas pemuda saat ini adalah harus sanggup membuka pandangan ke luar batas-batas tembok kekinian dunia, memiliki karakter, kapasitas, kemampuan inovasi, kreativitas yang tinggi, mandiri, inspiratif serta mampu bertahan dan unggul dalam menghadapi persaingan global demi menyongsong masa depan dunia yang lebih baik,” kata Menpora.

Untuk itu momentum Hari Sumpah Pemuda yang kita peringati hari ini, harus mampu menjadi perekat persatuan kita sebagai bangsa untuk bersama-sama bangkit melawan pandemi, serta mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang kokoh melalui kewirausahaan pemuda.

Saat ini, lanjutnya, penanganan Covid-19 menunjukkan hasil yang sangat menggembirakan. Pencapaian ini tentunya bukan saja kerja pemerintah sendiri, akan tetapi partisipasi seluruh lapisan masyarakat terutama peran para relawan, ketaatan masyarakat terhadap protokol kesehatan dan juga kerja keras para tenaga medis.

Pencapaian penanganan Covid-19 ini menjadi momentum bangsa Indonesia untuk segera bergerak tumbuh secara ekonomi khususnya ekonomi yang mendorong kemandirian pemuda dalam menyejahterahkan diri dan selanjutnya memberikan dampak pada kesejahteraan bangsa Indonesia secara keseluruhan. Terutama memulihkan kondisi ekonomi para pemuda sebagai segmen yang paling terdampak oleh situasi Covid-19 ini, dalam upaya membangkitkan ekonomi pemuda, juga percepatan pemulihan situasi ekonomi nasional menyongsong Indonesia Maju.

Ditemui usai upacara, Andrie Elia menjelaskan mengenai tanda kehormatan yang diberikan oleh negara kepada PNS. Tanda Kehormatan Satyalancana yang diterima oleh tujuh PNS di UPR adalah bentuk penghargaan pemerintah atas pengabdian PNS/ASN kepada negara.

“Itu ada kriterianya, seperti kesetiaan, ketekunan dan lain sebagainya sepanjang karirnya menjadi PNS. Seperti Satyalancana 30 tahun, itu berarti yang bersangkutan sudah mengabdi selama lebih dari 30 tahun sebagai PNS, tidak ada masalah dan tidak ada pelanggaran terhadap hukum. Kalau ada pelanggaran hukum, melanggar disiplin, tidak akan mendapatkan Satyalancana pengabdian kepada negara dan Pancasila,” jelas Andrie Elia yang juga Ketua Harian Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalteng. (*/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *